Strategi Pertamina pastikan penyaluran BBM di daerah tepat sasaran

Selasa, 30 Oktober 2018 14:03 Reporter : Merdeka
Strategi Pertamina pastikan penyaluran BBM di daerah tepat sasaran SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Project Coordinator BBM Satu Harga Retail Fuel Marketing Pertamina, Zibali Hisbul Masih mengatakan, dalam menjalankan program BBM satu harga, Pertamina tidak hanya ‎sekedar menyediakan lembaga penyalur saja, tetapi juga menjaga keberlanjutan pasokan BBM dari lembaga penyalur ke masyarakat agar tepat sasaran.

"Tantangan untuk menjaga keberlanjutan, isu pertama menyediakan di titik terpencil, kedua keberlanjutannya," kata Zibali, di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut Zibali, dalam menjaga keberlanjutan penyaluran BBM satu harga, Pertamina kerap dihadapkan dengan berbagai tantangan. Di antaranya cuaca yang terkadang tidak bersahabat dan pengecer y‎ang kerap menyerbu lembaga penyalur untuk mendapat BBM dengan harga yang terjangkau, kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.

‎"Pengecer ini kita tangani secara khusus, kita perlu sampaikan kembali namanya satu harga di lembaga penyalur bukan pengecer. Pengecer ini tantangan khusus, misalkan karena di Papua pakai air tractor (pesawat pengangkut BBM) itu membawa BBM berapasitas 4 kl). Masyarakat tahu begitu datang langsung antre. Ketika stok di SPBU habis mereka menjual Rp 30 ribu-Rp40 ribu per liter," paparnya.

Agar BBM yang dijual melalui program BBM satu harga bisa disalurkan sesuai sasaran, Pertamina menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Dia menyatakan, program BBM satu harga merupakan tanggungjawab bersama, agar masyarakat di wilayah 3T merasakan keadilan, menikmati BBM dengan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah. Yaitu, solar subsidi Rp 5.150 per liter dan Premium Rp 6.‎450 per liter.

"Sangat penting koordinasi dengan pemda dan aparat. Ini tanggungjawab bersama. Jangan sampai tidak tepat sasaran BBM satu harga ini,” ujarnya.

Zibali mencontohkan, salah satu peda yang mendukung keberlanjutan pasokan BBM satu harga adalah Pemerintah Kabupaten‎ Jayawijaya. Di wilayah tersebut, masyarakat yang ingin membeli BBM di lembaga penyalur resmi harus menunjukan kartu identitas yang dibagikan pemerintah kabupaten, kemudian petugas lembaga penyalur akan mencocokan identitas kendaraan dengan kartu yang ditujukan. Cara ini sangat ampuh untuk menjaga penyaluran BBM satu harga tepat sasaran.

"Kita bekerjasama dengan aparat untuk bantu penyaluran. Cukup baik di Jayawijaya, pemdanya mencatat nomor kendaraan, orang hanya beli kalau bawa kartu itu. Tidak boleh pengecer-ngecer ‎terutama dengan lokasi yang dekat SPBU," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini