Strategi Pemerintah Tekan Defisit APBN Menjadi 3 Persen di 2023

Kamis, 14 Oktober 2021 10:57 Reporter : Anisyah Al Faqir
Strategi Pemerintah Tekan Defisit APBN Menjadi 3 Persen di 2023 Wamenkeu Suahasil Nazara. ©2019 Humas Kemenkeu

Merdeka.com - Dalam rangka menjaga disiplin fiskal, Pemerintah harus kembali menurunkan defisit APBN di bawah 3 persen pada tahun 2023. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan ada dua cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk kembali menurunkan defisit yakni dengan reformasi perpajakan dan penajaman belanja pemerintah.

"Untuk bisa kembali defisit 3 persen tahun 2023 caranya ada 2, melakukan reformasi perpajakan dan penajaman belanja pemerintah," kata Suahasil dalam Webinar Perpajakan di Era Digital: Menelaah UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Jakarta, Kamis (14/10).

Suahasil menjelaskan, dengan reformasi pajak, maka akan muncul peningkatan pajak. Reformasi pajak ini dilakukan untuk menghasilkan pendapatan negara yang lebih berkualitas sehingga APNN bisa sehat kembali.

"Reformasi pajak harus bisa berkualitas sehingga APBN ini bisa sehat, kalau tidak ini bisa menjadi maslash dan muncul hal-hal yang kita tidak inginkan," kata dia.

Sebagai informasi, akibat pandemi Covid-19, Pemerintah melakuklan pelebaran defisit di atas 3 persen sebagaimana dalam UU No 2 Tahun 2020. Dalam regulasi tersebut pemerintah dan DPR sepakat pada tahun 2023 defisit APBN kembali menjadi 3 persen.

Realisasinya, defisit APBN tahun 2020 tercatat 6,1 persen. Di tahun 2021 diperkirakan defisit APBN akan sekitar 5,7 persen. Sementara itu, di tahun 2022 defisit APBN direncanakan 4,85 persen.

Baca Selanjutnya: Landasan Pemerintah Lakukan Reformasi Pajak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini