Strategi Pemerintah Cegah PHK Karyawan di Sektor Industri

Kamis, 1 Desember 2022 17:17 Reporter : Idris Rusadi Putra
Strategi Pemerintah Cegah PHK Karyawan di Sektor Industri Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia memperlihatkan kekuatan dan kemampuan dalam meneruskan pemulihan ekonomi. Ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,72 persen pada kuartal III-2022, meski ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.

Salah satu penopang solidnya perekonomian nasional yakni sektor industri pengolahan non-migas yang mampu tumbuh sebesar 4,88 persen (yoy) dan berkontribusi sebesar 16,10 persen terhadap PDB di Kuartal III-2022. Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh sebesar 4,83 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 17,88 persen pada PDB.

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) juga memperlihatkan bahwa sektor industri pengolahan diperkirakan masih akan mampu meneruskan pertumbuhan di kuartal IV-2022. Dari sisi produksi, utilisasi industri pengolahan nonmigas terus mengalami peningkatan di mana pada Oktober 2022 mencapai rata-rata 68,40 persen.

"Berbagai optimisme ini tentu perlu terus didorong dan direalisasikan bersama. Namun, harus diantisipasi juga berbagai kebijakan di sektor industri ke depannya untuk mencegah agar tidak terjadi PHK," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara launching dan rilis indeks kepercayaan industri periode november 2022.

Ke depannya, lanjut Menko Airlangga, pemerintah masih memandang optimis bahwa sektor industri akan mampu terus tumbuh. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tetap ekspansif di level 51,8 pada Oktober 2022, atau meneruskan tren ekspansif 14 bulan berturut-turut.

PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2022 masih lebih baik dibandingkan PMI Manufaktur Dunia yang berada pada angka 49,8, dan beberapa negara manufaktur global seperti Tiongkok (49,2), Jerman (45,7), Jepang (50,7), dan Korea Selatan (47,3). Bahkan, di sejumlah negara ASEAN, PMI Manufaktur Indonesia juga unggul daripada PMI Manufaktur Vietnam (50,6), Malaysia (48,7), dan Thailand (51,6).

"Hari ini diluncurkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) oleh Kementerian Perindustrian, yang merupakan indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga merupakan gambaran kondisi industri pengolahan dan prospek kondisi bisnis di Indonesia hingga 6 bulan ke depan. IKI diharapkan bisa memberikan informasi detail karena nilai IKI adalah cerminan aktivitas pelaku industri," jelas Menko Airlangga.

Dikarenakan data dan informasi yang diambil ini bersifat detail, Menko Perekonomian berharap agar Kementerian Perindustrian sepenuhnya dapat menjaga keamanan informasi yang diberikan perusahaan, seperti halnya dengan data industri lainnya yang terdapat dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

2 dari 2 halaman

Motor Penggerak Ekonomi

"Kami juga mengimbau kepada perusahaan industri agar dapat mengisi survei IKI secara objektif sesuai dengan kondisi perusahaan sehingga IKI dapat mencerminkan kondisi industri manufaktur yang sesungguhnya dalam menghadapi berbagai dinamika perekonomian nasional. Jadi, kebijakan, intervensi, dan stimulus yang Pemerintah berikan untuk industri manufaktur bisa lebih tepat sasaran," tutur Menko Airlangga.

Sektor industri akan terus didorong sebagai 'motor' penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang berdampak langsung terhadap peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, serta peningkatan kesejahteraan. Hal tersebut diperlukan untuk mencapai trajektori pertumbuhan yang lebih tinggi pasca pandemi agar tercapai visi Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Pemerintah juga bertekad terus menjalankan program hilirisasi sebagai salah satu agenda dalam mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. “Misalnya untuk program hilirisasi industri baja yang harus terus digenjot, dan juga untuk industri otomotif yang sama-sama menyumbang kinerja besar, tutup Menko Airlangga. [idr]

Baca juga:
Hingga Kuartal III-2022, Industri Besi & Baja Genjot Ekspor Hingga 39,55 Persen
Tingkatkan Kualitas SDM Industri, Kemenperin Catat Telah Latih 225.000 Orang
Bangun Industri Baterai Lithium, Menko Luhut : Kita Tidak Boleh Kalah dari Thailand
Jokowi Minta Investor Produk Substitusi Impor Diberi Insentif
Sederet Upaya Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM Industri Tanah Air
Terungkap, Ini Keuntungan Penerapan Industri Hijau ke Ekonomi Nasional

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini