Strategi Pemerintah Bangun Kemandirian dan Kedaulatan Industri RI

Sabtu, 21 Mei 2022 17:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Strategi Pemerintah Bangun Kemandirian dan Kedaulatan Industri RI Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah akan terus menjaga momentum pemulihan sektor industri nasional dengan 3 prinsip, yaitu industri yang mandiri dan berdaulat, industri yang maju dan berdaya saing, serta industri yang berkeadilan dan inklusif. Alasannya, sektor industri memainkan peran penting sebagai penggerak dan penopang utama perekonomian nasional bahkan meski terdapat gejolak dan tantangan akibat pandemi Covid-19.

"Prinsip industri yang mandiri dan berdaulat berarti keberlangsungan industri manufaktur dalam negeri tidak boleh tergantung pada sumber daya luar negeri dan tentunya diharapkan ini dapat menjadi kekuatan ekonomi dalam negeri," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara SUMMIT Universitas Dian Nuswantoro, dikutip di Jakarta, Sabtu (21/5).

Untuk membangun kemandirian dan kedaulatan industri dalam negeri, Pemerintah mendorong optimalisasi beberapa program. Mulai dari Program Subtitusi Impor 35 persen per tahun 2022, Program Peningkatan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Hilirisasi Industri Sumber Daya Alam, serta mendorong industri yang bisa menghasilkan devisa, termasuk industri-industri yang berbasis sumber daya alam.

Sedangkan prinsip industri yang maju dan berdaya saing diwujudkan melalui Program Making Indonesia 4.0 dalam tujuh sektor industri. Antara lain industri makanan dan minuman, industri kimia, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri elektronika, industri farmasi, dan industri alat kesehatan.

"Ketujuh sektor ini memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri," kata Menko Airlangga.

Kemudian prinsip industri yang berkeadilan dan inklusif salah satunya diwujudkan melalui Program Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). Peningkatan peran sektor IKM sebagai bagian dari value chain manufaktur nasional akan membantu ketahanan industri dalam negeri.

"Kita sudah membuktikan hal tersebut pada krisis ekonomi 1998 dan 2008, ketangguhan pelaku usaha kecil dan menengah telah terbukti menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional," kata dia.

Selain itu, pemberdayaan IKM juga bisa memperluas kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan masyarakat. Dukungan yang diberikan Pemerintah kepada IKM selama masa pandemi juga menunjukkan IKM kebal dari dampak ekonomi.

2 dari 2 halaman

Diperlukan SDM Unggul

unggul rev1

Lebih lanjut, Pemerintah menggerakkan Program pengembangan Industri Kecil Menengah melalui Pengembangan Wirausaha Baru, Sentra IKM, Material Center, Link & Match dengan Industri Besar; dan Re-strukturisasi Mesin/Peralatan IKM.

Selain itu, juga terdapat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM, yang hingga akhir 2021 telah menghasilkan 9,2 juta unit UMKM on boarding dan 17,2 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital.

Menko Airlangga mengatakan, berbagai upaya pembangunan industri harus ditopang SDM industri yang unggul. Untuk itu, Pemerintah secara konsisten mengimplementasikan pola pendidikan dan pelatihan. Tujuannya, memberikan pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) di SMK, Balai Diklat Industri, dan Politeknik yang didasarkan pada kebutuhan industri saat ini.

Maka, pemerintah berharap industri bisa bekerjasama langsung dengan universitas. Sebab pemerintah sudah memberikan super deduction tax dengan besaran yang mencapai 200 persen untuk bidang pendidikan dan 300 persen untuk penelitian.

Sebagai informasi, industri pengolahan nonmigas tetap menjadi prime mover pertumbuhan ekonomi. Hingga triwulan I-2022, sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,47 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen.

Sedangkan untuk nilai ekspor industri sampai dengan Maret 2022 sudah mencapai USD 50,52 miliar, dan berkontribusi sebesar 78,83 persen terhadap total ekspor nasional. Purchasing Manager’s Index Indonesia juga masih mampu berada di level ekspansif yaitu 51,9 pada bulan April 2022.

[bim]

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Amin Minta Kawasan Industri NIS Bersinergi dengan UMKM
Presidensi G20 Momentum Indonesia Raih Kepercayaan Investor Global
Imbas Pengendalian Impor, Industri Logam Tumbuh 7,9 Persen di Kuartal I-2022
Menteri Agus Minta CPNS Kemenperin Naikkan Kontribusi Industri Hingga 24 Persen
Harga CPO Mahal, Eagle High Plantations Raup Pendapatan Rp2,9 Triliun
Menperin Sebut PMI Naik Tanda Bisnis Manufaktur Terus Membaik
Ramadan dan Lebaran Dorong PMI Manufaktur Indonesia Naik ke Level 51,9

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini