Strategi Krakatau Steel pangkas kerugian di 2018

Rabu, 28 Maret 2018 16:07 Reporter : Liputan6.com
Strategi Krakatau Steel pangkas kerugian di 2018 Krakatau Steel. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di tahun 2017 menunjukkan perbaikan. Dengan demikian, dia optimis kinerja perseroan akan positif di tahun ini.

Untuk itu, Kementerian BUMN telah memberikan arahan agar manajemen Krakatau Steel dapat segera menyelesaikan proyek-proyek investasinya. Selain itu, emiten dengan kode KRAS itu tengah menata ulang semua portofolio anak perusahaannya untuk lebih mengoptimalkan kontribusi pendapatan dari entitas perseroan.

"Salah satu contohnya pabrik blast furnace. Nah itu akan diselesaikan tahun ini. Itu akan sangat membantu kinerja perusahaan," jelas Harry di Jakarta, Selasa (27/03/2018).

Krakatau Steel juga tengah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk bisa meningkatkan skala ekonomis dari produk baja. "Nama programnya yaitu Cilegon 10 juta ton Steel Cluster pada 2025. Kalau itu tercapai maka akan lebih baik lagi efisiensi yang didapat, hingga akhirnya pendapatan KRAS pun terus meningkat," imbuhnya.

Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, menjelaskan membaiknya kinerja perseroan dipicu oleh naiknya harga jual rata-rata produk baja. Pihaknya pun telah menetapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tahun 2018.

Antara lain dengan meningkatkan efisiensi biaya operasi, meningkatkan volume penjualan melalui perjanjian pasokan jangka panjang atau long term supply/agreement (LTSA) dengan pelanggan-pelanggan potensial serta sinergi dengan BUMN.

Perseroan juga akan menjaga keandalan fasilitas produksi, melakukan penyelesaian proyek-proyek strategis tepat waktu, menjaga likuiditas perusahaan untuk ketersediaan modal kerja dan menurunkan beban keuangan perseroan.

"Kami targetkan peningkatan penjualan (Tahun 2018) sampai 40 persen. Kami akan terus melanjutkan sinergi BUMN dan memacu kinerja anak perusahaan. Kami semakin optimis kinerja perseroan semakin lebih baik lagi dan siap menghadapi segala tantangan di tahun 2018," jelas dia.

Di sisi lain, Krakatau Steel juga terus mengupayakan dukungan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang melindungi produk baja domestik dari membanjirnya produk impor dan praktik unfair trade. Sampai saat ini, pemerintah juga telah menetapkan berbagai kebijakan yang mendukung industri baja nasional.

Di antaranya, penetapan bea masuk, penerapan ketentuan bea masuk anti dumping countervailing duties, safeguard di area free trade zone (Batam), penerapan standarisasi produk baja, peningkatan sinergi BUMN dan penerapan tingkat kandungan dalam negeri.

Krakatau Steel membukukan penurunan rugi tahun berjalan sebesar 54,9 persen atau setara Rp 1,15 triliun dibandingkan rugi tahun 2016 setara Rp 2,55 triliun. Perbaikan kinerja ini terlihat dari perolehan laba usaha perseroan tahun 2017 setara Rp 443,36 miliar, tumbuh 154,79 persen dari nilai tahun 2016 sebesar Rp 286,30 miliar.

Selain itu, perseroan juga mampu meningkatkan pendapatan usaha menjadi setara Rp 19,39 triliun dari Rp 17,89 triliun di tahun 2016. Pertumbuhan KRAS juga terjadi pada total aset perseroan, di tahun 2017 total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 55,74 triliun atau naik 5,39 persen dari total aset tahun 2016 sebesar Rp 52,89 triliun.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini