Strategi Kementan Jadikan RI Penyalur Pangan Terbesar di Dunia

Kamis, 1 Agustus 2019 15:51 Reporter : Merdeka
Strategi Kementan Jadikan RI Penyalur Pangan Terbesar di Dunia Rakornas Transmigrasi. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan pihaknya kini telah sukses mengembangkan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. Ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah negara penyalur pangan terbesar di dunia.

"Kami membangun lumbung pangan di perbatasan. Di Lingga (Kepulauan Riau), kemudian Belu (Nusa Tenggara Timur/NTT), lalu Merauke (Papua), kami bangun di perbatasan," ujar dia saat Rakornas Transmigrasi di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Kamis (1/8).

Dia menyebutkan, beberapa produk yang biasanya kerap diekspor seperti bawang merah dan jagung saat ini telah berhasil dikembangkan di lumbung pangan tersebut, sehingga bisa diekspor ke negara tetangga.

"Jadi kalau mau ekspor, hanya dilempar ke tetangga. Kami berdiri di Indonesia, mereka perwakilan Papua Nugini berdiri di Papua. Hanya dilempar, tidak butuh biaya transport," ungkap dia.

"Kemudian kita tunjukan di Entikong. Ini kita ekspor ke Malaysia. Kita tanam di perbatasan, lempar, bisa sambil tanam sambil ekspor," dia menambahkan.

Pencapaian tersebut ikut membantu catatan ekspor produk pertanian naik 100 persen dibandingkan 5 tahun sebelumnya. "Tapi kalau dibandingkan 70 tahun sebelumnya, naik 500 persen," sambungnya.

Lewat prestasi ini, dia pun berani mengumbar cita-cita bahwa pemerintah siap menjadikan Indonesia sebagai salah negara penyalur pangan terbesar di dunia.

"Mimpi besar kita, kami sudah membuat buku bersama pakar terbaik di Republik ini. Kami membuat grand design Indonesia, arah pembangunan pertanian di Indonesia. Mimpi kami 2045 Indonesia menjadi pengendali pangan dunia," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini