Strategi industri fesyen jadikan Indonesia kiblat fesyen muslim dunia

Senin, 23 April 2018 14:03 Reporter : Idris Rusadi Putra
milameilia signature. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan Indonesia akan menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020 mendatang. Hal ini diharapkan bisa membuat perekonomian Indonesia terus tumbuh. Nilai ekspor produk fesyen nasional pada 2017 mencapai USD 13,29 miliar atau sekitar Rp 138 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 8,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Inudstri fesyen Tanah Air juga terus berbenah menyambut baik target pemerintah ini. Salah satunya ZUIKAFFAH yang telah dikenal sebagai salah satu brand modest fesyen baju muslimah dengan mengganti nama menjadi milameilia signature. Perubahan nama dan logo mempertegas karakter koleksi baju yang dirancang oleh Mila Meiliasari.

"Pergantian nama dengan menggunakan nama saya selaku desainer dari seluruh koleksi akan memperkuat brand sehingga para penikmat desain kami terhubung secara emosional. Dengan demikian menjadi produk yang tak tergantikan dan menciptakan hubungan yang langgeng dengan para penikmat koleksi kami," ujar Mila Meiliasari, desainer sekaligus art director dari milameilia signature.

Re-branding dilakukan pada nama, logo, dan kemasan. Selebihnya justru semakin menguatkan ciri khas dari desain-desain milameilia signature yakni memadukan modern fabric dengan kain tradisional Indonesia seperti batik, songket, dan sebagainya.

"Perpaduan ini menjadi inti DNA dari setiap hasil karya milameilia. Dengan perubahan nama menjadi milameilia signature ini diharapkan para penikmat fashion semakin mengenal lebih baik karya milameilia," tegas Mila Meiliasari yang akrab disapa Mei.

Konsep desain baru brand terdiri dari lambang motif kawung yang menunjukkan jati diri kain Indonesia yang dalam hal ini batik. Adapun tulisan nama milameilia dipilih menggunakan font lembut yang menunjukkan feminitas perempuan. Sedangkan pilihan huruf kapital dan tegas pada kata signature menunjukkan ketegasan pada setiap desain yang diluncurkan serta melambangkan kekuatan seorang perempuan.

Milameilia signature sebagai brand baju muslimah memperlakukan para perempuan penggunanya secara istimewa melalui koleksi yang dihadirkan dalam jumlah terbatas. Koleksi yang dihadirkan tidak dibuat secara masal untuk menjaga ekslusifitas di dalam setiap rancangannya.

Pengumuman re-branding tersebut dilakukan dengan menggelar fesyen show di acara Muslim Fashion Festival 2018 bertempat di Jakarta Convention Center. Fesyen show milameilia signature mengambil tema Batik Setitik. Tema ini dipilih berkaitan dengan re-branding tersebut. Batik Setitik adalah salah satu ciri dari karya-karya Mei, di mana disetiap karyanya menyematkan kain batik. Kain batik yang diangkat kali ini adalah batik pekalongan dengan motif abstrak berpadu kawung.

"Melalui Batik Setitik kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia di belahan manapun bahwa sangat penting untuk mencintai karya anak bangsa, bahwa kemanapun seseorang berkelana hingga ke ujung dunia, mereka perlu kembali ke tanah airnya untuk membangun negaranya," jelas Mei.

Tampil sebagai muse di fesyen show Batik Setitik ialah Sarita Abdul Mukti sebagai salah satu sosialita yang sangat mencintai batik. Sarita memiliki cita rasa terhadap batik yang cukup bagus. Selain itu, Sarita memiliki kesamaan rasa dalam pemilihan warna fesyen yang dia kenakan yakni warna-warna bold yang menunjukkan pribadi matang, kuat, dan percaya diri.

"Saya senang menjad muse dari desainer milameilia signature karena dia berhasil menciptakan desain batik yang lebih modern dan kekinian," ujar Sarita.

Untuk head piece yang digunakan oleh para model dan muse dirancang dan dibuat oleh Muhammad Raihan, siswa kelas 2 SMA ERUDIO School of Art. "Kami berharap milameilia signature semakin dicintai oleh khalayak Indonesia dan diterima di dunia internasional," tutup Mei. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Fashion Hijab
  2. Fashion
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini