Strategi GoTo Raup Profit, Bukan Cuma 'Bakar Duit'

Jumat, 10 Juni 2022 16:26 Reporter : Siti Nur Azzura
Strategi GoTo Raup Profit, Bukan Cuma 'Bakar Duit' ilustrasi GoTo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - President Grup GoTo, Patrick Cao mengatakan, perusahaan telah mempunyai peta jalan yang jelas untuk mencapai profitabilitas pada masa mendatang dan tidak hanya sekedar "bakar duit". Termasuk meningkatkan upaya monetisasi melalui berbagai cara.

Dari sisi teknologi, lanjut Patrick, perseroan akan terus mengefisiensikan biaya operasional. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan lebih banyak promo yang didanai merchant atau merchant funded promotions.

"Kami juga akan terus membangun sinergi ekosistem yang lebih erat antara lain melalui penyamaan program rewards untuk konsumen," kata Patrick di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (10/6).

Sementara itu, CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, fokus GoTo adalah mencapai pertumbuhan berkelanjutan untuk mempercepat langkah perseroan menuju profitabilitas. "Kami akan terus memberikan solusi teknologi terbaik bagi masyarakat dengan fokus pada empat area sinergi. Kami percaya dengan sinergi tersebut kami bisa tingkatkan kenyamanan bagi pelanggan, driver dan merchant," ujar Andre.

Empat area sinergi tersebut antara lain meningkatkan cross-selling antar platform, memaksimalkan strategi hyperlocal pada layanan logistik dan pemenuhan (fulfilment), mengintegrasikan layanan fintech antar platform secara lebih dalam, dan meningkatkan layanan nilai tambah untuk memberi manfaat lebih bagi mitra driver dan merchant.

Menurut Andre, ekosistem GoTo menawarkan layanan yang lengkap dan didukung oleh armada logistik, layanan fintech, dan pembayaran terpadu yang mampu membawa lebih banyak pengguna di ekosistem perseroan.

"Dan semakin banyaknya konsumen yang masuk ke dalam ekosistem kami, para mitra merchant juga akan tertarik untuk berada dalam platform kami, karena penjualan akan terus meningkat dan juga mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi," kata Andre.

Bahkan, GoTo juga bisa membantu para merchant tersebut dengan memberikan banyak layanan value added services. "Semakin banyaknya pedagang dan konsumen, transaksi akan semakin banyak sehingga mitra pengemudi juga akan lebih banyak lagi menerima order dan menambah penghasilan mereka," ujar Andre.

Pada kuartal I-2022, GoTo masih mengalami rugi bersih Rp6,6 triliun. Nilai transaksi bruto atau GTV perusahaan mencapai Rp140 triliun dan pendapatan bruto sebesar Rp5 triliun. Untuk kuartal II 2022, GTV perseroan diperkirakan akan akan berada di kisaran Rp142 triliun hingga Rp150 triliun. Sedangkan pendapatan bruto akan mencapai kisaran Rp5,3 triliun sampai Rp5,6 triliun. [azz]

Baca juga:
GoTo Raup Pendapatan Rp5,2 Triliun di Kuartal I-2022
Pemesanan Layanan GoRide Electric Melonjak Dua Kali Lipat
Kuartal I-2022, GoTo Alami Kerugian Rp6,61 Triliun
Pendapatan Bruto GoTo Naik 53 Persen di Kuartal I-2022
Intip Data Penurunan Nilai Saham Perusahaan Berbasis Teknologi, GoTo Paling Rendah
Investasi Telkom di GoTo Mirip Seperti Visa dan Facebook, Seperti Apa?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini