Strategi BI Hadapi 'Musim Dingin' Ekonomi Global yang Tak Kunjung Usai

Senin, 2 Desember 2019 16:07 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Strategi BI Hadapi 'Musim Dingin' Ekonomi Global yang Tak Kunjung Usai Destry Damayanti. ©istimewa

Merdeka.com - Semua pihak sepakat bahwa kondisi perekonomian global saat ini tengah dalam kondisi yang kurang baik. Pertumbuhan ekonomi mengalami tren perlambatan di hampir semua negara.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2019 hanya 3 persen, dan akan sedikit lebih baik atau sebesar 3,1 persen pada tahun 2020. Namun jumlahnya terus berubah lebih rendah dari waktu ke waktu karena banyak alat fiskal dan moneter konvensional tidak bekerja di jalur teoretis seperti yang diharapkan di banyak negara.

"Presiden Jokowi pada tahun 2018 telah memperingatkan dunia bahwa musim dingin akan datang, dan sekarang pada tahun 2019 ketika kita menghadapi situasi saat ini, musim dingin yang panjang dan tidak terduga sudah ada di pintu depan kita," kata dia dalam acara seminar internasional, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Destry menceritakan pada Kamis lalu dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (Bankir Dinner), Presiden Jokowi menyampaikan pesan kuat untuk situasi ekonomi Indonesia. Dia menyebutkan bahwa Indonesia harus diingat dan percaya akan dapat melewati musim kesulitan ekonomi, Indonesia harus menemukan sumber pertumbuhan baru, dan yang terakhir adalah menjaga optimisme di tengah ketidakpastian

"Bank Indonesia sebagai mitra otoritas moneter independen pemerintah, sangat setuju dengan pesan Presiden. Melalui bauran kebijakan, Bank Indonesia mengejar stabilitas untuk mendorong pertumbuhan yang kami perkirakan akan mencapai 5,1 persen - 5,5 persen (yoy) pada tahun 2020," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh

tetap tumbuh rev1

Selain itu, bank sentral optimis bahwa dalam jangka menengah pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2-5,6 persen pada tahun 2021. "Seperti yang kita harapkan akan ada reformasi struktural dalam perekonomian kita," dia menambahkan.

Dia mengklaim Bank Indonesia percaya bahwa visi peningkatan ekonomi Indonesia hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama untuk menciptakan sinergi sehingga kebijakan yang berdampak akan dihasilkan. Kolaborasi ini tidak hanya mengeksplorasi dengan pemerintah pusat, tetapi juga dengan pemerintah daerah.

"Saat ini dengan 46 kantor perwakilan di seluruh negeri, untuk menjaga inflasi yang rendah dan stabil, Bank Indonesia juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari sumber pertumbuhan baru melalui dukungan penasihat ekonomi Bank Indonesia untuk pemerintah daerah," ujarnya.

Dia menegaskan Bank Indonesia dan pemerintah akan terus bekerja bahu membahu memperkuat ketahanan, mempertahankan optimisme investor, memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Untuk memenangkan tujuan bangsa untuk Indonesia yang baru dan berkembang," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Asia Diramal Bakal Hadapi Krisis Pangan dalam 10 Tahun ke Depan
Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Presiden Jokowi : Tidak Mensyukuri Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Itu Kufur Nikmat
Bos BI Bocorkan 5 Hal yang Perlu Diwaspadai saat Ekonomi Dunia Memburuk
Setelah Game of Thrones, Jokowi Kutip Film Cast Away Hadapi Buruknya Perekonomian
Kemenkeu Akui Resesi Dunia Telah Berimbas ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini