Startup Halodoc Masuk Daftar Digital Health Paling Inovatif di Dunia

Minggu, 30 Agustus 2020 10:00 Reporter : Merdeka
Startup Halodoc Masuk Daftar Digital Health Paling Inovatif di Dunia Aplikasi Halodoc. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - CB Insights menobatkan Halodoc sebagai salah satu startup yang masuk dalam daftar Digital Health 150. Ini merupakan 150 perusahaan kesehatan digital paling menjanjikan di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan startup ini antara lain berasal dari Kanada, China, Israel, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

"Digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang kami adakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara," ungkap CEO CB Insights, Anand Sanwal di Jakarta dikutip Minggu (30/8).

Dia menjelaskan, selain keberagaman lokasi, perusahaan-perusahaan ini juga melahirkan inovasi di seluruh value chain layanan kesehatan, mulai dari teknologi yang bermanfaat bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi, hingga payers, rumah sakit, asuransi, dan banyak lainnya.

"Pemenang Digital Health 150 tahun lalu mendapat pengakuan dan mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir USD 5 miliar," tambah dia.

Halodoc sendiri kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights. Hal ini membuat perusahaan rintisan karya anak bangsa tersebut terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Melalui pencapaian ini, kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi ekosistem perusahaan rintisan lokal dalam meningkatkan daya saing dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berada di level yang sama dengan perusahaan global," tambah CEO dan Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta.

Tim riset CB Insights menggunakan metode penelitian berbasis data dalam menyeleksi Digital Health 150. Dari ratusan aplikasi yang masuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aktivitas paten, kualitas investor, analisis sentimen pemberitaan media, skor Mosaic, potensi pasar, kolaborasi, lanskap kompetitif, kekuatan tim, dan inovasi teknologi yang ditawarkan.

Halodoc menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Digital Health 150 untuk kategori Virtual Care Delivery di 2020 setelah berhasil untuk pertama kalinya meraih pencapaian yang sama pada 2019. Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki misi untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, Halodoc terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

2 dari 2 halaman

Di Masa Pandemi

pandemi

Selama empat tahun berdiri, perusahaan secara konsisten memberikan layanan telekonsultasi daring, pembelian dan pengantaran obat ke rumah, hingga pembuatan janji untuk rumah sakit dan layanan tes kesehatan.

"Di masa pandemi, Halodoc berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait mitigasi percepatan penanggulangan covid-19 melalui pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) secara benar dan tepat kepada masyarakat Indonesia. Secara cepat, Halodoc berinisiatif meluncurkan chatbot berbasis AI untuk cek dini status risiko covid-19 secara mandiri bagi para pengguna sejak kasus positif covid-19 mulai teridentifikasi di Indonesia," jelasnya.

Selain itu, Halodoc juga dipercaya Kementerian Kesehatan sebagai aplikasi kesehatan digital, khususnya untuk fitur Buat Janji Rapid Test secara drive thru pertama di Indonesia. Secara total, Halodoc telah membantu memfasilitasi lebih dari 150 ribu tes covid-19 hingga Juni 2020.

"Halodoc hingga saat ini percaya misi tersebut dapat terwujud demi Indonesia yang lebih baik. Untuk itu kami juga berterima kasih atas semua dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Halodoc hingga mendapat kepercayaan dan pengakuan oleh dunia," tutup Jonathan.

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Digital Startup
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini