Stafsus: Erick Thohir Tidak Melakukan Kampanye saat Kunjungan ke Pesantren

Selasa, 17 Mei 2022 18:15 Reporter : Merdeka
Stafsus: Erick Thohir Tidak Melakukan Kampanye saat Kunjungan ke Pesantren Erick Thohir. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir tidak melakukan kampanye saat dirinya melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren berbagai daerah.

"Yang pasti Pak Erick itu nggak ada kampanye. Kerja terus, kan kita kerja terus. Banyak perusahaan (BUMN) yang menangani persoalan rakyat, mau nggak mau semua BUMN yang berhubungan sama ekonomi rakyat itu jadi penting," kata Arya ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta, Selasa (17/5).

Arya menegaskan, kegiatan Erick Thohir turun ke lapangan tentunya atas perintah dan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perintahnya yaitu agar para menteri tidak hanya bekerja di kantor saja, melainkan juga turun ke lapangan.

Tak hanya itu saja, berbagai kegiatan lapangan yang dilakukan Erick Thohir adalah salah satu pekerjaan utama. Tujuannya, agar program berbagai BUMN bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Misalnya, Erick Thohir saat ini sedang giat memantau program yang dijalankan Holding Ultra Mikro, yaitu program Mekaar. "Kerjaan-kerjaan ini yang buat dia sering turun ke bawah, masalah UMKM karena lewat Program PaDi UMKM itu selama dua tahun itu BUMN beli ke UMKM Rp20 triliun dari 2021. Ini yang buat beliau turun banyak ke UMKM krn ingin memastikan bahwa ini penting sekali, makanya turun ke bawah." katanya.

2 dari 2 halaman

Transformasi BUMN

Menurut Arya, transformasi dan kinerja BUMN-BUMN mengalami peningkatan sejak dipimpin Menteri Erick Thohir. Misalnya, mulai dari pembentukan Bank Syariah Indonesia, merger di tubuh Pelindo, hingga membuat PTPN yang rugi menjadi untung.

"BUMN-BUMN karya yang kemarin nasibnya terjepit kaya Waskita dan lain-lain terbantu juga malah makin sehat, malah Waskita diperkirakan 2024 memiliki Ebitda paling kuat di antara karya karya. Ini kan transformasinya jalan. Kan kalau dipertanyakan sulit juga," ujar Arya.

Di sisi lain, Arya menyebut kinerja keseluruhan BUMN juga mengalami peningkatan. Untuk keseluruhan laba bersih BUMN-BUMN misalnya jika digabungkan bisa mencapai Rp90 triliun pada tahun 2021, artinya naik drastis dibandingkan laba bersih tahun 2020 hanya sebesar Rp13 triliun.

"Berarti efisiensi jalan kencang, jadi masa dilarang dia ke bawah. sampai hari ini kami tidak pernah berpikir mengenai calon presiden dan wapres," pungkas Arya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini