Stabilisasi Harga BBM Dibutuhkan di Tengah Fluktuasi Nilai Tukar & Minyak Dunia

Kamis, 14 Mei 2020 14:22 Reporter : Dwi Aditya Putra
Stabilisasi Harga BBM Dibutuhkan di Tengah Fluktuasi Nilai Tukar & Minyak Dunia SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah pihak meminta PT Pertamina menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah rendahnya harga minyak dunia. Namun demikian, Ketua Komisi VII DPRI RI Sugeng Suprawoto menjelaskan bahwa faktor penentu harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan Mei 2020 masih sama dengan April 2020. Tidak ada penurunan harga lantaran harga minyak dunia saat ini memiliki volatilitas tinggi dan kurs Rupiah terhadap dolar Amerika atau USD masih tidak stabil.

Menurut Sugeng, saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, Pertamina juga menghadapi tekanan berat. Hal ini bisa dilihat, dari permintaan yang turun drastis secara nasional hingga 34 persen, bahkan di Jakarta sampai 54 persen.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, harga jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp300 per liter hingga Rp1.750 per liter dan bulan Februari pada kisaran Rp50 per liter hingga Rp300 per liter.

Namun, di tengah kondisi seperti itu, Pertamina terus mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Public Service Obligations (PSO) seperti BBM Satu Harga, menyalurkan BBM ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Meski pemerintah belum juga menurunkan harga, namun BBM di Tanah Air masih kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

"Sekarang itu BBM yang ada subsidi utamanya Solar dan bensin Premium. Dalam APBN, subsidi energi sekitar Rp150 triliun, yang antara lain untuk BBM sekitar Rp16-Rp18 triliun. Nah, kita lihat di kawasan ASEAN, relatif harga BBM kita hanya lebih mahal dibanding Malaysia. Artinya, kalau harga kita terus turun, maka kita menjadikan orang boros (BBM),” ucapnya.

Harga BBM di Indonesia merupakan salah satu yang termurah di antara negara-negara ASEAN dan beberapa negara di dunia. Sebagai contoh, untuk BBM RON 90 di Indonesia yang harganya ditetapkan Rp7.650 per liter, di negara lain seperti Thailand ditetapkan Rp7.810 per liter dan Filipina Rp10.002 per liter. Bahkan di Laos setara dengan Rp14.745 per liter.

Saat ini volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4 persen pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 yaitu bulan Januari hingga Februari.

Baca Selanjutnya: Harga Minyak Mentah Diprediksi Menguat...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. SPBU
  3. Harga BBM
  4. Harga BBM Turun
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini