Sriwijaya Air Terlilit Masa Sulit, Cerai dari Garuda Hingga Dibayangi Kebangkrutan

Rabu, 13 Januari 2021 06:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sriwijaya Air Terlilit Masa Sulit, Cerai dari Garuda Hingga Dibayangi Kebangkrutan

Segudang masalah

Meski begitu, beberapa kasus terungkap pascajatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 ketika misalnya ada penumpang yang menggunakan identitas orang lain namun bisa lolos terbang.

Faktanya ternyata bukan hanya satu yang melakukan hal tersebut. Selvin Daro misalnya, merupakan salah satu korban SJ 182 yang namanya tidak tercantum dalam manifest karena menggunakan identitas Sarah Beatrice Alomau untuk terbang dari Jakarta ke Pontianak.

Pengacara Richard Riwoe yang ditunjuk organisasi keluarga besar NTT mendampingi Sarah, ketika dikonfirmasi mengatakan, ada dugaan bahwa Selvin Daro yang berteman dengan Sarah menggunakan nama Sarah berikut identitasnya.

Namun dia menegaskan bahwa KTP asli dan semua identitas Sarah masih di tangan Sarah sementara Sarah sendiri tidak tahu jika Selvin menggunakan identitasnya untuk berangkat ke Pontianak.

"Selvin Daro diduga menggunakan entah foto, fotocopy, atau scan KTP atas nama Sarah Beatrice Alomau sebagai syarat untuk terbang dengan pesawat Sriwijaya SJY 182 tersebut. KTP asli atas nama Sarah Beatrice Alomau masih dipegang oleh Sarah hingga saat ini," katanya.

Richard mengatakan dari cerita Sarah yang merupakan rekan kerja Selvin di kawasan Pergudangan 8 ada dugaan bahwa Selvin membeli tiket ke Pontianak secara online untuk mengunjungi kerabatnya. Check in pun kemungkinan dilakukan secara online.

Namun hal itu tidak diceritakannya kepada Sarah sehingga Sarah sama sekali tidak mengetahui bahwa sahabatnya menggunakan nama bahkan identitasnya untuk terbang.

Sarah dan Selvin memang tinggal di daerah yang berdekatan dan selama ini Selvin mengontrak tempat tinggal tak jauh dari Sarah tinggal.

Richard memastikan bahwa selama bergaul dengan Selvin, Sarah tidak pernah meminjamkan identitas apapun termasuk KTP kepada Selvin. "Ada cctv semestinya ini bisa dicek kembali, dan mestinya untuk persyaratan terbang harus menunjukkan KTP asli, apalagi juga ada persyaratan terbang rapid antigen. Kenapa ini bisa lolos terbang," katanya.

Oleh karena itu, Richard meminta pihak Sriwijaya untuk tetap bertanggung jawab atas kelalaian yang dimaksud dan tetap mengupayakan pemberian asuransi atas nama Selvin Daro meskipun namanya tidak tercantum dalam manifest.

Selvin Daro diketahui berasal dari Ende, NTT, dan menurut Richard sampai saat ini keluarga Selvin belum melapor kepada pihak Sriwijaya karena ada kemungkinan belum mengetahui bahwa keluarganya menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat tersebut.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 77/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, korban jiwa kecelakaan pesawat bisa mendapatkan santunan sebesar Rp1,25 miliar. Hal inilah yang kemudian menjadi persoalan.

Sebab kelalaian bukan semata menjadi milik Sriwijaya yang meloloskan penumpang berbeda identitas untuk terbang tetapi faktanya penumpang itu bisa lolos pemeriksaan di dua pintu security check in bandara yang mestinya juga ketat. Terlebih persyaratan rapid antigen terbaru yang juga harus sama dengan identitas di tiket.

Hal itu kemudian menjadi masalah yang layak untuk direnungi dan dievaluasi bersama oleh dunia penerbangan Indonesia. [idr]

Baca juga:
Kondisi Black Box FDR Sriwijaya Air yang Berhasil Ditemukan
Tiga Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Co-Pilot Fadly Satrianto
KNKT: Pengunduhan FDR Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Memakan Waktu 2-5 Hari
FDR Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, CVR Masih Proses Pencarian
Sore Ini, Tim SAR Evakuasi 24 Kantong Jenazah Kecelakaan Sriwijaya SJ182
Panglima TNI Ungkap Kronologi Penemuan FDR Sriwijaya SJ-182

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini