Sri Mulyani Usul Pemda Demak Atasi Banjir Rob Pantura dengan Utang

Kamis, 10 Maret 2022 13:18 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani Usul Pemda Demak Atasi Banjir Rob Pantura dengan Utang Banjir Rob Berkepanjangan

Merdeka.com - Bupati Demak Eisti'anah meminta bantuan pemerintah pusat untuk mengatasi banjir rob yang terjadi di sepanjang wilayah pantai utara (pantura). Eisti mengaku Pemda sudah tidak sanggup lagi mengatasi bencana alam yang menjadi isu strategis di Demak.

Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah daerah bisa memanfaatkan pembiayaan kreatif dalam menangani kasus banjir rob pantura. Utang daerah bisa dilakukan untuk menjawab masalah keberlanjutan lingkungan dan berjangka panjang.

"Pendanaan kreatif dalam rangka isu-isu yang sifatnya berkelanjutan dan jangka panjang perlu di-introduce," kata Sri Mulyani dalam acara Kick Off Sosialisasi UU Harmonisasi Keuangan Daerah dan Pusat (HKPD) di Demak, Jawa Tengah, Kamis (10/3).

Dia mengakui saat ini para pemerintah daerah masih dalam tahap awal belajar mengenai topik pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga daerah masih harus dibantu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) meramu kebijakan yang memanfaatkan pinjaman dari filantropis. Misalnya membangun rumah sakit lewat pembiayaan atau mengatasi masalah lingkungan.

"Buat daerah yang terkena bencana alam bisa mendapatkan pinjaman atau sumbangan dari filantropis dan ada keterkaitan dengan pemerintah pusat dan bisa menghasilkan kondisi yang lebih baik," kata dia.

Ketentuan tersebut kata Sri Mulyani telah meiliki payung hukum berupa UU Nomor 1 tahun 2022 tentang Undang-Undang Harmonisasi Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD). Dalam regulasi ini telah diperkenalkan danya pembiayaan kreatif.

Mengingat masalah banjir rob di pantura sudah tidak bisa lagi dihindarkan. Bumi sudah semakin tua dengan menampung miliaran manusia dengan tingkat mobilitas yang lebih tinggi.

"Bumi ini yang dulu hanya tanggung 5 miliar orang, sekarang jadi 7 miliar dan bisa berkembang menjadi 9 miliar. Pulau jawa waktu awal kemerdekaan Indonesia jumlahnya hanya sekiar 50 jutaan sekarang ini hamir 4 kali lipat," tuturnya.

Sehingga beban bumi semakin besar namun secara geografis atau tempat tetap sama. Tak heran saat ini ada banyak bencana alam dan ancaman perubahan iklim sudah semakin dekat.

"Ini semua ditopang bumi yang sama makanya bumi mengalam tekanan. Kalau bicara keberlanjutan lingkungan memang sudah pada tempatnya," kata di mengakhiri.

2 dari 2 halaman

Dana Abadi Bisa untuk Beasiswa

Tak hanya itu, bendahara negara ini juga mempersilakan para kepala daerah atau pemda mengalokasikan dana khusus atau mengelola dana abadi untuk bidang lainnya. Semisal memberikan beasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan untuk biaya pendidikan.

Meskipun saat ini pemerintah pusat telah memiliki banyak program untuk bidang pendidikan, namun di mengakui hal itu tidaklah cukup.

"Daerah punya sumber daya melimpah dan kita harus menabung generasi masa depan dari sumber daya itu," kata dia. [ags]

Baca juga:
Sri Mulyani Izinkan Pemda Gunakan Utang untuk Danai Pembangunan Daerah
Di Depan Sri Mulyani, Bupati Demak Minta Pemerintah Pusat Atasi Banjir Rob di Pantura
Sri Mulyani Minta PT SMI Refleksi Kinerja Setelah 13 Tahun Berdiri
Membongkar Kekayaan Luhut Pandjaitan Disebut Sri Mulyani Sebagai Menko Paling Tajir
Menko Luhut dan Sri Mulyani Ajak Masyarakat Lapor SPT Sebelum Jatuh Tempo
Sri Mulyani soal Invasi Rusia ke Ukraina: Imbas Terhadap Harga Komoditas Sangat Nyata

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini