Sri Mulyani: Tiap Hari Urus Uang Negara, Tiap Detik Ada Godaan Korupsi

Senin, 9 Desember 2019 12:25 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Tiap Hari Urus Uang Negara, Tiap Detik Ada Godaan Korupsi Gaya casual Sri Mulyani. ©Instagram/Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa Kementerian Keuangan setiap hari berurusan dengan uang negara. Kondisi tersebut membuat pegawai dan pejabat kementerian tersebut harus berhadapan dengan godaan korupsi.

"Saya selalu katakan kalau di Kemenkeu karena tiap hari kerjanya ngurus uang negara, godaan itu ya setiap detik ada. Bagaimana kita bisa bangun integritas," ujar Sri Mulyani saat memberi paparan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (9/12).

Sri Mulyani mengatakan, untuk menghadapi godaan korupsi pihaknya selalu menggencarkan pentingnya meningkatkan integritas. Selain itu, pihaknya juga membuat tiga lapisan pertahanan penting untuk membentengi pegawai dari korupsi.

"Di dalam sistem Kemenkeu ada first line of defence, second line of defence, third line of defence. Kenapa? karena kita merasa perlu ada lapisan lapisan yang harus dibangun. First line nya adalah yang ada di dalam unit kerja itu sendiri, atasan langsung atau orang tersebut diberikan terus menerus suatu diedukasi atau peringatan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pertahanan Korupsi Lapisan Kedua

Lapisan pertahanan kedua, kata Sri Mulyani adalah membuat kepatuhan internal yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Sosok pengisi kepatuhan internal tersebut tak selalu mudah karena dihadapkan dengan kredibilitas yang harus mumpuni serta teruji.

"Second line of defence nya adalah sistem di dalamnya yang kita punya internal untuk kepatuhan internal. Membangun kepatuhan internal itu tak mudah untuk suatu instansi yang selama ini atau dulu legasinya memang korupsi itu sebagai suatu yang membudaya dan struktural karena mereka semuanya direkrut sama sama, bahkan dulu sekolahnya di STAN sama-sama," jelasnya.

"Jadi membangun kredibilitas kepatuhan internal itu luar biasa sulitnya. biasanya kita harus potong, waktu itu KPK kita minta bantuan KPK sama-sama bangun itu. Kadang-kadang kita impor orang dari KPK supaya ada sedikit break. Tapi tetap harus dibangun internalnya," sambungnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, lapisan ketiga yang terus dilakukan adalah menggandeng Inspektorat Jenderal (Irjen) dan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) sebagai pengawas internal. Irjen dan APIP berfungsi sebagai pengawas agar pegawai tidak korupsi.

"Jadi sikap pimpinan akan sangat penting. Kalau kita anggap Irjen itu dihormati, kita gunakan dan kita juga buat pembahasan mengenai temuannya. Maka tone from the top itu sangat penting itu yang saya anggap pencegahan yang luar biasa sangat penting," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Puji Kinerja Pencegahan KPK Selamatkan Uang Negara Rp60 T
Pemerintah Fokus Pencegahan Korupsi di Sektor Pelayanan Publik dan Perizinan
Sri Mulyani: Dulu Orang Menganggap Tak Korupsi, Tak Bisa Hidup
Pengusaha Keluhkan Perizinan, Ketua KPK Dorong Sinkronisasi OSS dengan PTSP
Jokowi: Sampai Detik Ini Kita Masih Mempertimbangkan Perppu KPK

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini