Sri Mulyani Terapkan Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Produk Kelapa Sawit

Jumat, 4 Desember 2020 14:33 Reporter : Siti Nur Azzura
Sri Mulyani Terapkan Penyesuaian Tarif Pungutan Ekspor Produk Kelapa Sawit Kelapa Sawit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerapkan penyesuaian tarif layanan pungutan ekspor produk kelapa sawit termasuk Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya yang kini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2020.

"Tarif pungutan ditetapkan berdasarkan batasan nilai harga CPO," demikian bunyi PMK 191/PMK.05/2020 dikutip di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (4/12).

Penyesuaian tarif pungutan ekspor tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

PMK 191/PMK.05/2020 tentang Perubahan PMK Nomor 57/PMK.05/2020 tentang Tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit itu diundangkan 3 Desember 2020.

Sementara itu Divisi Pemungutan Biaya dan Iuran Produk Turunan Direktorat Penghimpunan Dana BPDPKS dalam keterangan tertulis menjelaskan pertimbangan penyesuaian tarif itu karena tren positif harga CPO. Selain itu keberlanjutan pengembangan layanan dukungan pada program pembangunan industri sawit nasional.

Layanan tersebut antara lain perbaikan produktivitas di sektor hulu melalui peremajaan perkebunan kelapa sawit serta penciptaan pasar domestik melalui dukungan mandatori biodiesel.

Dalam lampiran PMK itu Menkeu menerapkan rentang tarif pungutan ekspor salah satunya untuk produk CPO yang dikenakan berjenjang yakni mulai USD5 kemudian naik menjadi USD15 untuk setiap kenaikan harga CPO sebesar USD25. Rinciannya, dalam PMK itu disebutkan tarif pungutan untuk CPO mencapai USD55 per ton untuk harga CPO di bawah atau sama dengan USD670 per ton.

Pungutan kemudian naik menjadi USD60 untuk harga CPO USD670-695 per ton, kemudian pungutannya naik menjadi USD75 ketika harga CPO mencapai USD695 sampai USD720 per ton. Pungutan tertinggi mencapai USD255 untuk harga CPO mencapai di atas USD995 per ton.

Total ada 24 jenis layanan untuk penyesuaian tarif layanan pungutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya. "Peraturan menteri ini berlaku setelah tujuh hari terhitung sejak tanggal diundangkan," demikian petikan PMK tersebut. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini