Sri Mulyani: Tekanan Inflasi Global Buat Harga Minyak Goreng Naik

Rabu, 19 Januari 2022 14:54 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani: Tekanan Inflasi Global Buat Harga Minyak Goreng Naik Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa tingkat inflasi dalam negeri masih terjaga dan terkendali di awal tahun. Namun harus diakui tekanan inflasi global sudah mulai berdampak pada harga bahan pokok di dalam negeri, seperti harga minyak goreng yang terus melambung.

"Ada beberapa tekanan dari harga komoditas yang merembes ke dalam seperti CPO yang merembes ke harga minyak goreng," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI di DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (19/1).

Kenaikan harga komoditas CPO tersebut harus menjadi perhatian. Terganggunya rantai pasok CPO di dunia bisa berdampak pada harga komoditas di dalam negeri. Sehingga bisa menyebabkan kenaikan harga makanan di Tanah Air.

"Makanya kita harus hati-hati," ungkapnya.

Untungnya, inflasi di Indonesia masih relatif terjaga. Sehingga fokus yang dilakukan pemerintah saat ini harus mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Sehingga bisa bertahan dari dampak kenaikan inflasi.

"Supaya kita bisa bertahan dan bisa ditahan dari presser harga yang bisa terjadi di periode 2022," katanya.

Sebagai informasi, sejak bulan November 2021, minyak goreng telah menjadi komoditas yang memberikan andil pada peningkatan inflasi. Badan Pusat Statistik inflasi bulan November 2021 sebesar 0,37 persen yang disumbang permintaan minyak goreng hingga 0,8 persen.

2 dari 2 halaman

Harga Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Ditemukan

Pemerintah baru saja mengumumkan harga minyak goreng Rp14.000 per liter berlaku di semua ritel. Namun, kini minyak goreng murah ini sulit ditemukan di beberapa toko ritel dan minimarket.

Salah satu minimarket di kawasan Margahayu, Bekasi, Jawa Barat contohnya. Stok minyak di minimarket ini ludes sejak pagi hari. Masyarakat yang mengetahui ada minyak murah, berlomba membeli.

"Sudah habis sejak pagi mba. Tadi pagi ada kok, banyak," kata seorang kasir kepada merdeka.com, Rabu (19/1).
Rak tempat minyak goreng memang terlihat ada banderol harga minyak kemasan sebesar Rp14.000 per liter. Begitu juga untuk kemasan 2 liter dibanderol Rp28.000 per 2 liter.

Bukan hanya di satu minimarket, minyak goreng subsidi pemerintah juga sulit ditemukan di minimarket lain dengan jenis nama toko yang berbeda. Perbedaannya, pegawai toko menyebut stok belum sampai. "Stok belum ada yang baru. Kita masih menunggu," kata pegawai bernama Ryan.

Sementara itu, toko ritel grosiran di kawasan Bekasi Timur menjual minyak masih di atas harga acuan pemerintah. Alasannya, stok minyak goreng yang baru belum masuk sehingga masih menggunakan harga yang lama.

"Minyak goreng 1 liter Rp19.000, belum turun, belum belanja lagi kita. Bisa tekor kalau tiba-tiba dijual Rp14.000 seliter, modal nggak balik," kata pemilik toko. [idr]

Baca juga:
Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Ditemukan di Minimarket
Pemerintah Berencana Lakukan Pelarangan Terbatas Ekspor CPO
Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000 Dimulai Besok
Jokowi Pertanyakan Harga Minyak Goreng Masih Tinggi di Bandung
Stok Tipis, Dirut ID Food Rayu PTPN III Kerja Sama Salurkan Minyak Goreng
Warga Antre Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Johan Baru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini