Sri Mulyani: Tanpa Perlindungan Sosial, Kemiskinan akan Naik Jadi 10,96 Persen

Selasa, 1 Desember 2020 16:52 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani: Tanpa Perlindungan Sosial, Kemiskinan akan Naik Jadi 10,96 Persen Menteri Keuangan Sri Mulyani. ©Liputan6.com/Athika Rahma

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebutkan program perlindungan sosial (perlinsos) terbukti menekan laju kenaikan kemiskinan di Indonesia. Hal ini tercermin dari net perubahan pengeluaran rumah tangga (RT) yang mengalami kenaikan setelah diluncurkannya perlinsos.

"Untuk yang 10 persen terbawah desil pertama, perlindungan sosial memberikan tambahan konsumsi 8,3 persen. Namun covid-19 menyebabkan rumah tangga itu mengalami kontraksi konsumsinya sebesar minus 6,3 persen," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa (1/12).

Situasi yang sama juga terjadi pada 10 desil paling bawah lainnya yang mendapatkan tambahan konsumsi lebih tinggi dari kontraksi konsumsinya. "Itu berarti bagus, bahwa perlindungan sosial betul melindungi kelompok yang paling miskin," imbuhnya.

Dia menjelaskan, jika pemerintah tidak memberikan program perlindungan sosial maka tingkat kemiskinan diprediksi akan naik dari 9,22 menjadi 10,96 persen. "Dengan berbagai perlindungan sosial yang diberikan ini sebesar 157 triliun kita bisa menekan kemiskinan di 9,69 persen," jelasnya.

Sebaliknya, jika pandemi covid-19 tidak terjadi, Menkeu menyebutkan tingkat kemiskinan di Indonesia untuk pertama kalinya akan berada di bawah 9 persen, tepatnya 8,9 persen.

"Ini yang menggambarkan betapa covid-19 betul-betul mengembalikan seluruh pencapaian pembangunan. Namun pemerintah dengan respon policynya akan terus berupaya agar kita betul-betul bisa mengembalikan track dari pembangunan kita meskipun masih di tengah-tengah covid-19," kata Menkeu.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini