Sri Mulyani: Tahun Depan Perlu Ada Reformasi Kesehatan, Pendidikan & Belanja Negara

Selasa, 12 Mei 2020 17:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Tahun Depan Perlu Ada Reformasi Kesehatan, Pendidikan & Belanja Negara Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa diperlukan reformasi di berbagai bidang untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta menghadapi berbagai macam tantangan di tahun depan. Dengan fokus tersebut maka reformasi diarahkan pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta belanja negara.

"Di bidang kesehatan, reformasi diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan Covid-19, sinergi/koordinasi Pusat dan Daerah, peningkatan layanan kesehatan termasuk health security preparedness, dan reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC)," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5).

Di bidang perlindungan sosial, reformasi diarahkan untuk integrasi dan sinergi antarprogram agar menjamin ketepatan sasaran dan peningkatan efektivitas. Ini menjadi langkah penting untuk menciptakan program perlindungan sosial yang komprehensif, berbasis siklus hidup, termasuk untuk mengantisipasi aging population.

Di bidang pendidikan, Sri Mulyani menyebut tantangan terbesar adalah kualitas pendidikan yang belum optimal. Skor Programme for International Student Assessment (PISA) atau Penilaian Pelajar Internasional yang terus menurun sejak 2009, kompetensi guru antarprovinsi belum merata, dan porsi perhatian golden moment Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum memadai.

"Persoalan miss-match keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja juga perlu diatasi. Untuk itu, upaya reformasi diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan nasional antara lain dengan transformasi kepemimpinan sekolah, transformasi pendidikan dan guru; penyederhanaan kurikulum; adopsi standar global dan pengokohan karakter bangsa; serta kemitraan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pentingnya Sinergi Fiskal

fiskal rev1

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, dampak Covid-19 membuka fakta perlunya dilihat kembali pola hubungan Pusat-Daerah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Langkah-langkah penanganan Covid-19 menunjukkan betapa pentingnya sinergi fiskal dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

"Sebagai bagian dari keuangan negara, maka keuangan daerah mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mendukung tujuan nasional. Volume TKDD yang terus meningkat dari tahun ke tahun harus diikuti dengan perbaikan pelayanan publik di seluruh daerah," jelasnya.

"Fakta bahwa masih terdapat kesenjangan dalam penyediaan pelayanan dasar publik antardaerah dan ketimpangan pembangunan memberikan isyarat mutlak untuk mencari format terbaik alokasi anggaran pusat-daerah agar tercapai konvergensi pencapaian pembangunan nasional," tandas Sri Mulyani. [idr]

Baca juga:
Wamenkeu: Defisit APBN Harus Kembali ke 3 Persen di 2023
Disahkan Jadi Undang-Undang, Ini 3 Prioritas Perppu Penanganan Corona
Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Dapat Dimanfaatkan untuk Reformasi di Berbagai Bidang
Sri Mulyani: Kecemasan Investor Level Tertinggi, Mereka Pindahkan Aset ke Emas & USD
Sri Mulyani Beri Sinyal Perluas Basis Pajak di 2021
Sri Mulyani Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro 2021 ke DPR, Ini Rinciannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini