Sri Mulyani soal Tumpang Tindih Data Bansos: Lebih Baik daripada Tidak Dapat

Jumat, 8 Mei 2020 18:25 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani soal Tumpang Tindih Data Bansos: Lebih Baik daripada Tidak Dapat Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui adanya tumpang tindih atau overlapping dalam distribusi bantuan sosial karena akurasi data penerima bantuan masih menjadi masalah yang harus terus diperbaiki.

Namun, hal ini dinilainya masih lebih baik dibandingkan jika masyarakat tidak mendapatkan bantuan sama sekali.

"Apakah ada tumpang tindih? Ya, ada, tapi itu lebih baik dari pada tidak dapat (bantuan sosial). Memang dalam data, sistem penjaminan sosial kita harus lebih reliable," katanya.

Dia juga menyatakan, 55 persen masyarakat Indonesia telah menerima bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah di tengah pandemi Corona yang tersebar dalam Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako hingga subsidi listrik.

"Sebanyak 55 persen penduduk Indonesia sudah tercover entah dalam bentuk bantuan sembako, BLT maupun yang ada di kartu sembako di Jabodetabek," katanya.

Adapun berdasarkan data Kemenkeu, hingga 6 Mei 2020, realisasi penyaluran PKH telah mencapai Rp16,56 triliun. Untuk program BPNT, realisasinya telah mencapai Rp14,1 triliun. Lalu untuk distribusi bansos paket sembako di DKI Jakarta penyalurannya sudah mencapai Rp284,1 miliar ke hampir 950 ribu KK. Sementara untuk penyaluran bansos tunai, realisasinya mencapai RpRp3,489 triliun.

Baca Selanjutnya: Dana Bansos Kedaluwarsa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini