Sri Mulyani Soal Neraca Dagang Surplus: Kita Akan Tetap Waspada

Jumat, 15 Maret 2019 14:46 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani Soal Neraca Dagang Surplus: Kita Akan Tetap Waspada Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai kondisi neraca perdagangan Februari 2019 yang mengalami surplus sebesar USD 0,33 miliar. Sebab, meski mencatat surplus, namun nilai ekspor dan impor Indonesia menurun.

"Pemerintah akan tetap terus waspada. Kenapa? Karena ini positifnya terdiri dari dua-duanya negatif yaitu ekspornya negatif 10, 3 persen, impornya turun lebih dalam lagi," kata Sri Mulyani, saat menghadiri program Sinergi Untuk Rakyat, di Desa Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (15/3).

Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi kondisi tersebut, untuk mencari faktor penyebabnya. Dia pun mengerucut karena musiman atau akibat pelemahan ekonomi dunia.

"Jadi kita juga harus lihat faktor-faktor apakah ini bentuknya seasonal karena biasanya bulan Februari, Maret ini adalah faktor musiman penurunan ataukah ada sesuatu yang sifatnya lebih fundamental seperti dampak dari pelemahan ekonomi dunia," tuturnya.

Dia pun akan mengevaluasi kemungkinan penurunan impor, disebabkan oleh penggantian barang impor dengan yang ada di dalam negeri. Jika tidak, dia khawatir kegiata produksi industri akan terganggu.

"Jadi kita nanti kita akan lihat statistiknya lebih dalam, tetapi paling tidak dengan surplus ini memberikan suatu sinyal positif kepada kita namun masih banyak dan masih harus kita lakukan," tandasnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Februari 2019 mencatatkan surplus sebesar USD 0,33 miliar. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan Januari 2019 yang mengalami defisit sebesar USD 1,16 miliar dan Februari 2018 yang defisit USD 120 juta.

Ekspor Indonesia pada Februari mengalami penurunan sebesar 10,03 persen dibandingkan Januari 2019. Nilai ekspor Indonesia pada Februari tercatat sebesar USD 12,53 miliar. Sedangkan impor pada Februari 2019 juga menurun drastis yaitu 18,61 persen dibandingkan impor di Januari 2019.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini