Sri Mulyani Soal Ciputra: Kita Kehilangan Tokoh yang Tak Hanya Sekedar Kejar Profit

Rabu, 27 November 2019 10:57 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani Soal Ciputra: Kita Kehilangan Tokoh yang Tak Hanya Sekedar Kejar Profit Sri Mulyani di Kantor Wapres. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Konglomerat properti Ir Ciputra meninggal dunia di usia 88 tahun. Pendiri Ciputra Group menghembuskan nafas terakhir di Singapura sekitar pukul 1.05 waktu setempat, Rabu (27/11).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan kesedihan mendalam atas meninggalnya petinggi Ciputra Group tersebut. Menurutnya, Ciputra memiliki perhatian besar terhadap pembangunan pemukiman di Indonesia.

"Sedih banget ya. Pak Ciputra kan seorang tokoh ya, kalau buat saya pribadi karya-karya dia untuk membangun pemukiman selalu dengan satu visi. Tidak hanya sekadar profit ya tapi dia juga komit terhadap lingkungan, detail, saya lihat di beberapa tempat," ujarnya di Kampus UI, Depok, Rabu (27/11).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, kecintaan Ciputra terhadap seni juga memberikan kenangan bagi Indonesia. Teladan lain dari Ciputra adalah tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi mampu membuat orang-orang yang bekerja pada bisnisnya mendapat kehidupan laik.

"Kecintaannya juga kepada seni jadi memberikan suatu ekosistem yang penuh. Saya rasa kita kehilangan tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran mengenai bagaimana mereka bisa create bisnis tapi pada saat yang sama juga memanusiawikan ciptaannya itu," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, dirinya sudah lama tak bertemu dengan Ciputra. "Saya sudah lama sekali tidak ketemu sama pak Ciputra. Tapi kayaknya ada beberapa event di mana kita bersama, tapi sangat mengagumi hasil karyanya dia," tandasnya.

1 dari 5 halaman

Kisah Ciputra, Bangun Kerajaan Bisnis Properti di Indonesia

bangun kerajaan bisnis properti di indonesia

Nama Ciputra sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Dia merupakan raja properti di Indonesia. Ciputra dikenal sebagai insinyur dan pengusaha yang sukses membangun kerajaan bisnis properti di Tanah Air. Sebut saja, Ciputra Group, Metropolitan Group, dan Jaya Group.

Sosoknya berperan penting dalam perkembangan bisnis properti. Hingga saat ini, PT Ciputra Development yang dikembangkan Ciputra tercatat memiliki aset hingga mencapai puluhan triliun rupiah.

Kesuksesan Ciputra tidak semata-mata didapatkan begitu saja. Berikut kisah perjalanan Ciputra dari usia muda hingga berhasil membangun kerajaan bisnis properti di Indonesia:

2 dari 5 halaman

Kisah Ciputra di Masa Muda

di masa muda

Ciputra lahir 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah. Dia tumbuh dan besar di Sulawesi, dan bersekolah di Frater Don Bosco Manado, Sulawesi Utara. Setelah lulus SMA, Ciputra memutuskan bersekolah di Jawa.

Ciputra diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil memperoleh gelar Insinyur di tahun 1960. Semasa kuliah, Ciputra sudah mulai mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan kecil yang berkantor di garasi.

Setelah lulus, dia pindah ke Jakarta dan memulai kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Kariernya terus berkembang hingga mendirikan perusahaan sendiri.

3 dari 5 halaman

Kisah Ciputra Berkarier sebagai Pebisnis

berkarier sebagai pebisnis

Selama bekerja di Jaya Group, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi salah satu inovasinya ialah proyek pembangunan Ancol. Sukses di Jaya Group, Ciputra berinisiatif untuk mendirikan perusahaannya sendiri.

Bersama Sudono Saliem, Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan perusahaan properti pertamanya, Metropolitan Group. Perusahaan ini berhasil membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Sukses berada di puncak karier, Ciputra kembali mendirikan perusahaan. Kali ini dia mendirikan perusahaan keluarga, Ciputra Group.

4 dari 5 halaman

Kisah Jatuh Bangun Ciputra di Bisnis Properti

bangun ciputra di bisnis properti

Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Peribahasa tersebut pernah dialami Ciputra, tepatnya tahun 1997 saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Tiga perusahaan milik Ciputra turut terkena imbas. Bank Ciputra, gurita bisnis Ciputra ditutup perintah saat itu, karena dianggap tak layak. Perusahaan asuransinya, Ciputra Allstate juga ikut ditutup.

Bisnis dan perusahaan Ciputra kembali bangkit setelah adanya kebijakan moneter pemerintah dan adanya diskon bunga dari beberapa bank.

5 dari 5 halaman

Ikut Aktif di Bidang Pendidikan

di bidang pendidikan

Berkarier di dunia bisnis, ternyata tidak menutup mata Ciputra tentang pentingnya pendidikan. Di usia ke 75 tahun, dia lebih memilih mengembangkan bisnisnya di bidang pendidikan.

Tak jauh-jauh dari bisnis, Universitas Ciputra yang didirikan berfokus menyiapkan lulusannya untuk menjadi pengusaha. Lewat UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center), Ciputra berhasil memberikan pelatihan kewirausahaan kepada kurang lebih 1.600 dosen.

Berkat karyanya di bidang bisnis dan kepeduliannya terhadap pendidikan bisnis, tahun 2007, Ciputra dinobatkan sebagai Entrepreneur of the Year oleh Ernst & Young.

[bim]

Baca juga:
Menteri Hingga Pengusaha Properti Beri Penghormatan pada Ciputra di Munas REI
Kisah Ciputra, Bangun Kerajaan Bisnis Properti di Indonesia
Prinsip Adil, Benar dan Jujur dari Ciputra dan Cara Menghadapi Kegagalan Usaha
Kisah Ciputra, Dari Jual Kalong & Kopi Sampai Jadi Konglomerat
Pengusaha Properti Ciputra Meninggal Dunia
Inilah yang Dibangun Pengembang Besar di Ibu Kota Baru Kalimantan Timur
Tengok 6 Proyek Properti Ciputra di Kalimantan Timur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini