Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Global di 2019 Paling Lemah

Rabu, 9 September 2020 11:22 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Global di 2019 Paling Lemah Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun 2019 merupakan tahun yang paling lemah dalam pemulihan ekonomi global dibanding tahun 2008-2009. Oleh karena itu, Pemerintah sebelumnya optimis tahun 2020 akan memasuki masa pemulihan dari kondisi terlemah tahun 2019, namun nyatanya tahun 2020 dihadapkan dengan ketidakpastian dampak pandemi covid-19.

“Seperti diketahui tahun 2019 telah ditutup dan dalam hal ini sudah dipertanggungjawabkan dalam proses perundangan merupakan tahun yang tidak mudah, sebetulnya tahun 2019 itu adalah tahun yang paling lemah dalam pemulihan ekonomi global sesudah global finance krisis tahun 2008-2009 kondisi pertumbuhan ekonomi terendah sejak tahun 2008-2009," kata Sri dalam video conference Raker Komite IV DPD RI membahas RUU Pelaksanaan APBN 2019 dan RAPBN 2021, Rabu (9/9).

Dia memaparkan alasan yang menyebabkan tahun 2019 sebagai tahun terlemah pertumbuhan ekonominya, sebab yang terjadi di tahun 2019 adanya policy-policy yang dilakukan oleh negara dengan ekonomi terbesar di dunia, yaitu Amerika Serikat.

Mulai dari kebijakan moneter yang menaikkan suku bunga maupun kebijakan perdagangan nya yaitu, dalam hal meningkatkan tekanan kepada semua negara mitra dagang yang memiliki surplus terutama RRI, dan juga dari sisi kebijakan militer security-nya yang menciptakan eskalasi politik ketegangan di seluruh dunia.

"Ini menimbulkan tekanan yang luar biasa beberapa negara mengalami pertumbuhan ekonomi, tentu dalam hal ini menciptakan juga imbasnya kepada perekonomian Indonesia yaitu dalam bentuk ekspor yang mengalami pelemahan karena global ekonomi yang mengalami pelemahan," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Namun dalam suasana ketidakpastian di...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini