Sri Mulyani Sebut Masih Ada Sektor yang Berpotensi Tak Terdampak Corona

Senin, 6 April 2020 14:27 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Sebut Masih Ada Sektor yang Berpotensi Tak Terdampak Corona Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, tidak semua sektor industri dalam negeri terdampak akibat virus corona atau Covid-19. Sebab, di tengah situasi pandemi saat ini masih ada beberapa sektor yang mendapat keuntungan.

"Mungkin ada tiga sektor yang mengalami booming dan lain yang diperkirakan bisa mendapatkan potensial atau manfaat dari Covid-19 ini adalah sektor jasa logistik, jasa telekomunikasi elektronik, makanan dan minuman," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI, di Jakarta, Senin (6/4).

Dia menyebut, beberapa perusahaan tekstil tersebut mendapat cuan dari pandemi virus corona. Mengingat mereka tengah didorong untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini tengah dibutuhkan oleh negara-negara di dunia.

"Karena subtitle dan tekstil ini di Indonesia terasa sekali waktu kita bicara tentang produksi APD dari masker di mana seluruh industri di Indonesia sekarang dalam situasi yang menjadi konsen adalah bahan baku," kata dia.

Bendahara Negara ini menambahkan, beberapa industri tekstil dalam negeri sedang dikembangkan untuk mendapatkan atau menciptakan bahan baku lokal pembuatan APD. Tentu saja ini sesuai dengan standar WHO.

1 dari 1 halaman

Industri Otomotif Produksi Ventilator

produksi ventilator rev1

Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut terdapat industri otomotif di dalam negeri yang dapat memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air dan siap memenuhi permintaan pemerintah.

Dia menjelaskan, produsen otomotif tersebut sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reverse engineering dalam pengembangan prototipe ventilator. "Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, dalam upaya mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator, pihaknya meminta kepada pemerintah dapat menyediakan rekanan kompeten.

Pendamping tersebut akan membantu mulai dari menjabarkan cetak biru terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada pemasok. [azz]

Baca juga:
Gubernur DKI Jakarta Serukan Warga Wajib Gunakan Masker
OJK Minta Gojek dan Grab Laporkan Data Drivernya Permudah Proses Keringanan Cicilan
Pemerintah akan Bagikan 200.000 Paket Sembako untuk Warga Jabodetabek
Pemerintah Sebut Masalah APD Bukan Cuma di Indonesia, Tapi Juga Global
Warga Desa Menawan Kudus Demo Tolak Balai Diklat jadi Tempat Isolasi Pemudik
CEK FAKTA: Hoaks Wujud Virus Corona Saat Tangan Berjabat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini