Sri Mulyani Sebut Literasi Digital Penting untuk Bimbing Pelaku UMKM Perempuan

Jumat, 23 April 2021 13:10 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani Sebut Literasi Digital Penting untuk Bimbing Pelaku UMKM Perempuan UMKM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan literasi digital sangat penting untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya bagi UMKM perempuan dalam partisipasinya terhadap perekonomian Indonesia di masa pandemi covid-19.

"Literasi digital yang dilakukan atau dalam hal ini membimbing usaha kecil menengah yang mayoritas perempuan itu dibimbing atau dibina untuk bisa memiliki literasi digital. Umpamanya program UMI dari Ultra mikro yang pinjamannya dibawah Rp 10 juta," kata Menkeu Sri dalam diskusi Tempodotco - Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi, Jumat (23/4).

Oleh karena itu, saat ini Pemerintah melalui Bank Indonesia, dan OJK terus melakukan edukasi terkait literasi keuangan kepada para pelaku UMKM terutama usaha ultra mikro. Di sisi lain, jika semua aktivitas perekonomian Indonesia pindah ke digital dan akselerasi inklusi keuangan. Maka program-program Pemerintah pun secara bertahap dipindah menjadi digital.

"Umpamanya pembayaran program keluarga harapan yaitu untuk hampir 10 juta keluarga paling miskin, maka pembayarannya tidak dalam bentuk cash, tapi harus dalam bentuk transfer dan digital," ujarnya.

Demikian juga untuk sembako. Apakah mereka membeli melalui warung digital dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah dalam rangka untuk mentransformasi. Begitupun untuk pembayaran gaji pemerintah, serta transaksi-transaksi untuk berbagai program dilakukan secara digital.

Termasuk transformasi digital bagi kelompok usaha ultra mikro, serta seluruh belanja-belanja pemerintah ditransformasikan kepada digital, subsidi umpanya untuk pupuk dan yang lain-lain. Menkeu berharap seluruh Kementerian lembaga bisa beralih secara bertahap ke digital.

"Transformasi digital menjadi keharusan diakselerasi, Pemerintah pembangunan infrastrukturnya dan itu menggunakan semua uang negara, uang pajak, uang utang semuanya dipakai untuk membangun infrastruktur menyiapkan sampai mereka bisa connect dengan internet untuk sekolah, Pesantren, Puskesmas, desa semuanya," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini