Sri Mulyani Sebut Elektronifikasi Transaksi Daerah Permudah Pengawasan

Kamis, 13 Februari 2020 13:35 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Sebut Elektronifikasi Transaksi Daerah Permudah Pengawasan Menteri Keuangan Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, banyak keuntungan yang bisa diperoleh lewat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETP). Salah satunya pemerintah bisa langsung mengawasi penggunaan serta penerimaan dari pajak daerah.

"Selama ini teman-teman pajak sibuk menjadi bendahara daerah, apakah setiap belanja sudah dipotong pajak. Dengan hal ETP ini maka pajak itu akan menjadi otomatis sehingga akan memberikan improvement pada collection pajak kita," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/2).

Sri Mulyani menyebut pelaksanaan ETP dapat mendukung kebijakan fiskal nasional oleh pemerintah daerah. ETP juga bisa mendorong otomatisasi pembayaran, sehingga pemotongan pajak daerah oleh pemerintah pusat bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Dirinya menambahkan, ETP bukan tujuan tetapi saran untuk mencapai akuntabilitas dari pengelolaan keuangan daerah. Bahkan ETP bisa menjamin dana yang dikirim ke pemerintah daerah bisa langsung dipantau penggunaannya untuk kepentingan masyarakat.

"Adanya deliverable assurance, yaitu dengan ETP kita dapat menjamin dana anggaran pemerintah daerah benar-benar tidak hanya send tapi delivered dan bermanfaat bagi ekonomi dan masyarakat, itu tujuan akhirnya," ungkapnya.

Bendahara Negara ini menjelaskan, ETP juga akan mempermudah pencatatan data transaksi. Dengan demikian pengumpulan data, analisis, serta pemanfaatan datanya bisa digunakan untuk timbal balik kebijakan yang sudah dijalankan pemerintah.

"Terakhir paling penting ETP untuk mendorong perbaikan pelayanan publik dan reformasi birokrasi yang semakin baik. Ini tujuan dari seluruhnya," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Dongkrak Pendapatan Daerah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, adanya elektronifikasi nyatanya bisa meningkatkan pendapatan daerah sampai berlipat-lipat. "Di berbagai provinsi, kabupaten dan kota, yang sudah berhasil melakukan elektronifikasi itu, penerimaan daerahnya (meningkat) berlipat lipat," ujar Perry di tempat yang sama.

Dia mencontohkan, pengalaman peningkatan keuntungan dari elektronifikasi itu terjadi di Sleman yang pendapatannya meningkat sampai lima kali lipat, sejak empat tahun terakhir. Selain itu, di Banyuwangi dan di berbagai provinsi termasuk DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan lain-lain juga mengalami kenaikan pendapatan pasca diberlakukannya elektronifikasi.

"Dengan elektronifikasi, saya yakin tidak hanya penerimaan (daerah)nya, namun juga bagaimana sistem penggunaan dari transaksi Pemda memang diperlukan," imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah kemampuan daerah, guna mendukung pemberdayaan ekonomi daerah, Pemda bisa mengalokasikan pengeluaran dana yang mendukung pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan di daerah. "Memang kemampuan daerah mengelola ekonomi, menjadi kunci bagaimana pendapatan naik."

Perry mengatakan, pendapatan ekonomi daerah akan tumbuh, baik nasional maupun daerah, jika dibarengi dengan peningkatan kapasitas pengelolaan pengeluaran untuk memajukan pertumbuhan, pemerataan, inklusif, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Itu akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah," tandasnya.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah [azz]

Baca juga:
Bos Bank Indonesia: Pembayaran Gaji Seluruh PNS Daerah Sudah Non Tunai
Rp 866 T Dana Tahun ini ke Daerah, Elektronifikasi Transaksi Vital Cegah Korupsi
Incar Milenial, Aplikasi Dompet Digital Tak Perlu Lagi Bakar Uang
Tak Hanya Mudah, Ini Sederet Keuntungan Transaksi Elektronik
Masyarakat Disarankan Membiasakan Transaksi Non Tunai
Kini Beli Reksadana di Bareksa Bisa Bayar Pakai OVO

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini