Sri Mulyani: Realisasi Subsidi BBM dan LPG Turun di Semester I-2020

Kamis, 9 Juli 2020 15:46 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani: Realisasi Subsidi BBM dan LPG Turun di Semester I-2020 Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi subsidi energi secara nasional pada semester I-2020 mengalami penurunan. Hal itu tercermin dari realisasi subsidi BBM dan LPG pada pertengahan tahun yang tercatat hanya sebesar Rp25,4 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, posisi realisasi itu tercatat turun jika dibandingkan realisasi pada periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp37,7 triliun.

"Angka realisasi subsidi energi secara nominal lebih rendah dari tahun lalu karena ada perubahan kebijakan tetap subsidi solar dan volume konsumsi," kata dia di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Kamis (9/8).

Adapun anggaran subsidi BBM dan LPG lebih rendah dipengaruhi besaran subsidi tetap solar yang tercatat turun Rp2.000 per liter menjadi Rp1.000 per liter. Kemudian terkait volume yang rendah ditengarai oleh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah.

1 dari 1 halaman

Realisasi Subsidi Listrik

listrik rev1

Kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan realisasi subsidi listrik sepanjang pertengahan tahun 2020. Tercatat subsidi listrik dikeluarkan pemerintah sudah mencapai Rp22,9 triliun. Atau sekitar 42,1 persen dari pagu sebesar Rp54,5 triliun.

Adapun realisasi ini juga meningkat jika dibandingkan pada periode sama tahun lalu yang tercatat hanya Rp18,5 triliun saja.

Adapun realisasi anggaran subsidi listrik tersebut lebih tinggi karena sudah termasuk realisasi diskon listrik untuk rumah tangga daya 450 Va dan 900 Va, subsidi Rp3,1 triliun dan dipengaruhi juga oleh depresiasi nilai tukar Rupiah. [idr]

Baca juga:
Pemerintah dan DPR Sepakati Penyaluran Subsidi Energi Langsung di 2021
Menteri Sri Mulyani Kaji Alihkan Anggaran Subsidi ke Bansos
Pemerintah Pangkas Subsidi Energi Sebesar Rp5,3 Triliun di APBN 2020
Pemerintah Didorong Alihkan Subsidi BBM ke Sektor Produktif
Pemerintah Habiskan Rp32 Triliun untuk Subsidi Hingga April 2020
YLKI Nilai Tak Perlu Lagi Subsidi LPG Selama Pasokan Terjaga Saat Ada Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini