Sri Mulyani Prediksi Nilai Ekonomi Digital RI Capai USD 135 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2020 21:35 Reporter : Sulaeman
Sri Mulyani Prediksi Nilai Ekonomi Digital RI Capai USD 135 Miliar Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia dalam lima tahun ke depan bisa mencapai USD 135 miliar atau dua kali lipat dari ekonomi digital Thailand. Mengingat perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara terus meningkat pesat.

"Ekonomi digital merupakan suatu ekonomi yang berkembang luar biasa pesat di ASEAN dan Indonesia. Jadi, potensinya sangat besar. Dalam lima tahun ke depan nilai ekonomi digital diperkirakan akan naik lagi dari USD 40 miliar sekarang menjadi USD 133 miliar atau ini dua kali lipat dari nilai ekonomi digital di Thailand," ujar dia dalam webinar HUT Partai Golkar ke 56, Rabu (21/10).

sejak 1 Juni lalu, pemerintah Indonesia mulai memungut PPN digital sebesar 10 persen terhadap berbagai perusahaan raksasa berbasis teknologi.

"Contohnya, seperti Spotify, Netflix, amazon dan berbagai perusahaan yang memiliki operasi dan pemasaran luar biasa di Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat pajak pertambahan nilai (PPN) dari 6 perusahaan barang/jasa digital mencapai Rp97 miliar sejak diberlakukannya pajak digital hingga September 2020. Perusahaan tersebut yakni Netflix, Amazon Web Service Inc., Google Asia Pacific Pte. Ltd., Google Ireland Ltd., Google LLC., dan Spotify AB.

Keenam perusahaan digital asing tersebut telah memungut, menyetor, dan melaporkan PPN sebesar 10 persen yang diambil dari setiap transaksi konsumen platform tersebut.

"Enam wajib pajak yang pertama kita tunjuk sudah setorkan di September ini Rp 97 miliar. Harapan besar kita ketemu 36 yang ditunjuk, dan bisa lebih dari 36," kata kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo dalam media briefing, Senin (12/10).

Suryo menambahkan, pemerintah berupaya untuk memperluas pemungut PPN transaksi digital luar negeri. Dia berharap, jumlah pemungut PPN transaksi digital luar negeri akan terus bertambah. "Jadi bisa menjaga penerimaan semaksimal mungkin khusus dari Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)," imbuhnya. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini