Sri Mulyani Prediksi Belanja Negara Tahun Ini Bengkak Hingga Rp3.000 Triliun

Senin, 27 Juni 2022 11:40 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani Prediksi Belanja Negara Tahun Ini Bengkak Hingga Rp3.000 Triliun Menkeu Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, tahun ini anggaran belanja negara bisa mencapai membengkak hingga Rp3.000 triliun, akibat kenaikan harga energi dan pangan dunia. Sehingga untuk menjaga daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat dampak pandemi, pemerintah menambah anggaran.

"Ini menyebabkan postur APBN dari Rp 2.750 triliun jadi di atas Rp 3.000 triliun," kata Sri Mulyani dalam Peluncuran Merdeka Belajar 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, Jakarta, Senin (27/6).

Sebelumnya, pada Mei 2022 lalu DPR menyetujui tambahan anggaran Rp380 triliun untuk membayar kompensasi dan subsidi energi. Tambahan anggaran tersebut karena harga minyak dunia rata-rata USD120 per barel. Sementara dalam APBN 2022 harga minyak diasumsikan USD63 per barel.

Tambahan subsidi dan kompensasi tersebut bertujuan untuk menahan kenaikan harga BBM, LPG hingga listrik di Tanah Air. Sehingga harganya tetap stabil di tengah kenaikan di pasar global.

"Kalau tidak, BBM ini sudah naik 2 kali lipat. Tapi kita tidak press itu dan tidak bisa dicover sendiri sama BUMN, makanya subsidi naik," kata dia.

Selain tambahan subsidi Rp 380 triliun, pemerintah saat ini juga sedang menunggu restu tambahan anggaran sebesar Rp 154 triliun. Bengkaknya belanja negara ini tidak lagi mengandalkan penarikan utang pemerintah. Lantaran kenaikan harga komoditas global menjadi berkah bagi Indonesia sebagai negara eksportir beberapa komoditas unggulan.

"Dari kenaikan komoditas ini kita dapat windfall. Ini buat dipakai buat apa? Salah satu yang penting saat ini melindungi masyarakat, pemulihan ekonomi dan kesehatan APBN, tiga tujuan ini sangat penting," kata dia.

Dia menambahkan, berbagai subsidi energi tersebut telah dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. Antara lain dalam bentuk konsumsi listrik dan BBM, termasuk para pengguna jenis Pertamax. Sebab, Pemerintah tetap memberikan subsidi untuk Pertamax yang saat ini dijual di bawah harga keekonomiannya.

"Kalau pakai Pertamax juga itu bagian dari subsidi karena harga yang saat ini masih di bawah nilai keekonomiannya," pungkasnya. [azz]

Baca juga:
Per Juni 2022, Setoran PNBP LMAN ke Negara Capai Rp 746,11 Miliar
Sejak 2016, LMAN Danai Pengadaan Lahan PSN Capai Rp95,89 Triliun
Per Mei 2022, Belanja Negara Capai Rp938,2 Triliun
Penyaluran Subsidi Membengkak Jadi Rp75 Triliun Hingga Mei 2022
BI Optimis Neraca Pembayaran Surplus di Kuartal II-2022
Jokowi: WTP Bukan Tujuan Akhir, tapi Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini