Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2021 Terancam Jika Covid Merajalela

Rabu, 9 September 2020 15:10 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2021 Terancam Jika Covid Merajalela Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi RI sebesar 4,5 - 5,5 persen di 2021 sangat tergantung terhadap upaya penanganan Covid-19. Menurutnya, selama Covid masih ada dan vaksin belum bisa didistribusikan skenario pertumbuhan tersebut tidak bisa berjalan.

"Saya sudah sampaikan, (pertumbuhan) 4,5-5,5 persen memang tergantung penanganan Covid. Kalau Covid masih merajalela, skenario itu akan tertahan atau terancam," kata dia saat rapat kerja bersama dengan DPD RI membahas RUU Pelaksanaan APBN 2019 dan RAPBN 2021, di Jakarta, Rabu (9/9).

Kendati begitu, pemerintah tetap akan menghitung dan melihat lebih dulu seluruh aspek ekonomi yang terjadi pada tahun depan. Mulai dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasinya bakal seperti apa.

Dari sisi belanja, pemerintah juga masih ingin melihat seberapa besar kontribusi sumbangannya terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021. Kemudian dari sisi produksi, juga akan lihat sektor-sektor mana yang kira-kira tumbuh.

"Kalau sektor yang tadinya kontraksi dan tumbuh sedikit saja, itu sudah positif jadinya. Jadi ini semua yang kita gunakan untuk estimasi," kata dia.

"Tapi namanya proyeksi, ada faktor non controllable. Covid ini sendiri kan jadi faktor uncertainty yang tetap kita jaga terus. Dan juga faktor-faktor seperti pemulihan ekonomi dunia," kata dia. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini