Sri Mulyani Optimis Inklusi Keuangan RI Capai 90 persen Tahun 2024

Selasa, 4 Oktober 2022 11:38 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani Optimis Inklusi Keuangan RI Capai 90 persen Tahun 2024 Menkeu Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan inklusi keuangan digital bisa mencapai 90 persen pada 2024. Target ini bisa dikejar dengan penguatan sinergi, akselerasi, dan implementasi digitalisasi.

Hingga Juni 2022 sebanyak 19,5 juta UMKM telah tergabung dalam ekosistem digital. Pada tahun 2024 Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM bisa tergabung dalam ekosistem digital.

Menurutnya, digitalisasi juga memainkan peran penting dalam inklusi keuangan. Inklusi keuangan di Indonesia telah membuat kemajuan pada tahun 2021, tercatat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 82,6 persen.

"Tetapi kami menargetkan lebih tinggi pada tahun 2024 untuk mencapai 90 persen untuk inklusi keuangan. Dan digitalisasi adalah komponen kunci bagi kami untuk mencapai Target itu," kata Sri Mulyani dalam Simposium Tingkat Tinggi G20 GPFI, Selasa (4/10).

Saat ini digitalisasi dan UMKM merupakan dua hal yang tak terpisahkan, terutama dalam hal keuangan sebagai hub. Digitalisasi berperan penting dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif, dimana orang-orang yang tinggal di daerah terpencil, di mana pun mereka berada bisa mengakses keuangan melalui digitalisasi.

"Mereka dapat menggunakan Layanan Keuangan digital untuk melakukan transaksi keuangan mereka, digitalisasi serta biaya transaksi yang lebih rendah, yang tentunya menguntungkan kelompok rentan ini," ujar Menkeu.

Setidaknya ada enam aspek ekosistem UMKM, yakni kebijakan, keuangan, pasar, modal, dukungan, dan budaya. Ke enam aspek ini memiliki aturan potensi dan peran penting guna dimanfaatkan sepenuhnya, agar upaya pemberdayaan UMKM berjalan optimal, terutama dalam aspek keuangan yang merupakan salah satu tantangan utama dalam mengembangkan UMKM, yaitu akses pembiayaan.

"Pemerintah juga telah menerapkan digitalisasi. Kami menyediakan dan memperkenalkan pembayaran digital, pembukuan, atau pencatatan digital, dan pemasaran digital dan memerintahkan dukungan UMKM dan dalam rangka pemberdayaan, ini juga sangat penting," ujarnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Ini Pekerjaan Rumah Harus Diselesaikan Pelaku Industri Kripto Tanah Air
Kenapa Masih Banyak Orang Simpan Uang di Rumah, Ini Alasannya
EBITDA Adalah Laba Kotor pada Laporan Keuangan, Ketahui Cara Menghitung dan Fungsinya
Kesenjangan Inklusi Keuangan dan Pemahaman Masyarakat Masih Tinggi
LPS Gelar Kompetisi Video Kreatif dengan Hadiah Rp100 Juta, Begini Cara Daftarnya
OJK Ingatkan Masyarakat Hati-Hati Pinjam Uang Online, ini Alasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini