Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Penyelundupan Harley Davidson

Kamis, 5 Desember 2019 17:09 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Penyelundupan Harley Davidson Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, negara mengalami kerugian sebesar Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar akibat masuknya barang selundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Masing masing harga barang selundupan tersebut sekitar Rp800 juta dan Rp60 juta.

"Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

"Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta sampai Rp60 juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar," sambungnya.

Kementerian Keuangan lewat Bea Cukai berkomitmen untuk terus berupaya secara kontinyu dalam memberantas berbagai modus penyelundupan sebagai bentuk penegakan hukum dalam rangka mengamankan hak-hak negara.

Kementerian Keuangan juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan.

1 dari 2 halaman

Pengakuan Dirut Garuda Indonesia Pemilik Harley Davidson ke Erick Thohir

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan pemesan barang selundupan tersebut. Dia adalah Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara. Ari memesan motor classic Harley Davidson tipe softwell head di 2018.

"Dari laporan yang kita dapat, bahwa dari Komite Audit bahwa mempunyai kesaksian tambahan bahwa motor harley milik saudara AA. Detailnya AA memberikan instruksi cari motor classic harley davidson tipe softwell head di 2018, lalu motor ini tahun 70an, jadi motor klasik. Pembelian di April 2019," jelasnya.

Proses transfer dilakukan dari Jakarta ke rekening pribadi Manajer Keuangan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto di Amsterdam. Iwan kemudian membantu bantu pengiriman dan proses pengiriman.

"Ini sungguh yang menyedihkan ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh. Ini yang tentu yang ibu pasti sangat sedih dan saya sangat sedih. Ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, kinerja BUMN tapi kalau oknum di dalamnya tidak siap, ini yang terjadi," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya. [idr]

Baca juga:
Kronologi Dirut Garuda Indonesia Beli Harley Davidson Hingga Diselundupkan
Sri Mulyani Sebut Harga Harley Diselundupkan Garuda Indonesia Capai Rp800 Juta
Kronologi Lengkap Penangkapan Harley Davidson Ilegal yang Diangkut Garuda Indonesia
Ini Bentuk Onderdil Harley Davidson Selundupan yang Dibawa Garuda Indonesia
Akui Pemilik Harley Davidson, Dirut Garuda Indonesia Dipecat Erick Thohir
Kemenhub Sanksi Garuda Indonesia Jika Terbukti Bersalah Angkut Harley Ilegal

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini