Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Volume BBM Subsidi agar APBN Tidak Jebol

Rabu, 10 Agustus 2022 17:16 Reporter : Sulaeman
Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Volume BBM Subsidi agar APBN Tidak Jebol Menkeu Sri Mulyani. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta PT Pertamina (Persero) membatasi volume konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Ini perlu dilakukan karena subsidi BBM sudah membengkak hingga Rp502 triliun.

Sri Mulyani khawatir harga minyak dunia yang kian bergejolak. Sehingga subsidi yang dikeluarkan pemerintah terus bergerak.

"Jadi tentu saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, supaya APBN tidak terpukul," ujar Sri Mulyani saat dijumpai di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/8).

Menurut dia, ada tiga hal yang membuat alokasi APBN kian membengkak. Selain volume BBM subsidi yang terus naik dari yang dikuotakan, harga keekonomiannya juga lebih tinggi dari yang sudah diestimasikan, lalu nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Itu semuanya memberikan tekanan pada APBN kita di 2022 ini. Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai bulan Juli, tapi tagihannya ini nanti yang kalau volumenya tidak terkendali akan lebih besar di semester II," bebernya.

2 dari 3 halaman

Langkah Lain Mengamankan Masyarakat

Terkait subsidi BBM, pemerintah kini tengah membahasnya dengan Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Khususnya agar APBN bisa lebih tahan terhadap kenaikan harga keekonomian BBM.

"Kan kita mencoba meng-absorb shock-nya tadi. Tekanan yang muncul gede banget kita absorb dengan APBN, dengan dana sampai Rp502 triliun," kata Sri Mulyani.

"Tapi kalau shock-nya gede terus dan menyebabkan subsidi sangat besar, kita herus mencari langkah-langkah untuk mengamankan rakyat, mengamankan ekonomi dan mengamankan APBN," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Kuota BBM Subsidi

Sebelumnya, Badan Pengendalian Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali mengingatkan jika kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar untuk tahun 2022 berpotensi habis antara Oktober dan November mendatang. Menyusul, rasio penyaluran Pertalite dan Solar telah mencapai 50 persen lebih dari kuota yang ditetapkan pemerintah di 2022.

"Seperti yang kita sampaikan di berbagai tempat, Oktober atau November bisa sudah tidak ada lagi Pertalite dan Solar. Kecuali ada kebijakan untuk menambah kuota (BBM subsidi)," kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk Untung Rugi Subsidi BBM, Jakarta, Sabtu (6/8).

Saleh mencatat, volume penyaluran BBM subsidi jenis Solar mencapai 8,3 juta kilo liter (KL) hingga Juni 2022. Sementara kuota solar subsidi dipatok sebesar 14,9 juta KL.

Adapun, realisasi penyaluran Pertalite per Juni sudah menembus 14,2 juta KL. Padahal, kuota yang ditetapkan pemerintah sebanyak 23 juta KL.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi yang tengah disusun bisa segera diselesaikan. Sehingga, BPH Migas dapat bekerja lebih maksimal dalam mengatur distribusi BBM subsidi tersebut.

"Jadi, memang kami berharap supaya aturan (pembatasan) Pertalite bisa kami dapatkan (segera). Sehingga, bisa action untuk mengatur konsumsi," tutupnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
INFOGRAFIS: Subsidi BBM Beban Berat Anggaran Negara
Polda Papua Barat Bongkar Kasus Penyelewengan Solar Subsidi, Tujuh Orang Diringkus
Pendaftar Konsumen Subsidi Tepat MyPertamina Tembus 540 Ribu
Pemerintah Dinilai Tepat Beri Subsidi Pertalite dkk
Pakai Bus Listrik Buatan Anak Bangsa, Chandra Asri Potong Konsumsi Solar 13.776 Liter

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini