Sri Mulyani: Kenaikan Cukai untuk Kontrol Konsumsi Rokok

Selasa, 17 September 2019 11:59 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Kenaikan Cukai untuk Kontrol Konsumsi Rokok Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran naik 35 persen. Kebijakan ini tak hanya untuk meningkatkan penerimaan negara, namun juga untuk menekan konsumsi rokok yang selama ini terus meningkat.

"Kalau untuk rokok kan lain, kita kalau melihat itu tujuan pemberian cukainya untuk mengurangi dan mengontrol konsumsi. Jadi memang tujuannya ya untuk begitu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (17/9).

Sri Mulyani melanjutkan, selain mempertimbangkan konsumsi dan penerimaan negara, pemerintah juga fokus pada sektor produksi. Sektor produksi yang dimaksud adalah petani dan pengusaha pabrik rokok.

"Oleh karena itu, aspek dari kesehatan, penerimaan negara maupun dari sektor produksinya terutama kelompok petani dan pengusaha kecilnya kita tetap harmoniskan dalam kebijakan cukai itu," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pemerintah selalu berhati-hati dalam pengambilan setiap kebijakan. Segala keputusan yang diambil melalui pertimbangan yang sangat matang dan seimbang.

"Tentu kita terus berhati-hati ya dalam melakukan berbagai macam keputusan. Dan semua keputusan yang kita lakukan memang memiliki dimensi yang sangat kaya. Dan oleh karena itu mencari keseimbangan di antara semua itu menjadi sangat penting," tandasnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Setujukah Harga Rokok Naik? Klik di Sini! [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini