Sri Mulyani: Kecemasan Investor Level Tertinggi, Mereka Pindahkan Aset ke Emas & USD

Selasa, 12 Mei 2020 16:56 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Kecemasan Investor Level Tertinggi, Mereka Pindahkan Aset ke Emas & USD Menkeu Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi Virus Corona dan langkah penanganan serta dampaknya telah menyebabkan kepanikan di pasar keuangan. Tingkat kecemasan investor di pasar saham menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah. Negara-negara berkembang mengalami arus modal keluar yang sangat besar.

"Investor mencari aset yang aman, memindahkan aset keuangannya ke safe-heaven assets, yaitu emas dan dolar," ujar Sri Mulyani saat menyampaikan Kerangka Kebijakan Makro 2021 ke DPR, Jakarta, Selasa (12/5).

Angka arus modal keluar di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan periode krisis keuangan global tahun 2008 dan taper tantrum 2013. Pandemi Covid-19 telah menciptakan ancaman nyata bagi keselamatan rakyat, ancaman terhadap sosial ekonomi dan sistem keuangan.

"Kegentingan yang sangat tinggi menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan Perppu nomor 1/2020, yang berisi landasan hukum bagi langkah dan kebijakan di bidang Keuangan Negara dan APBN serta dalam menjaga sistem keuangan nasional," jelas Sri Mulyani.

1 dari 1 halaman

Ancam Industri Keuangan

keuangan rev1

Dampak dari resesi global, banyak masyarakat yang tidak bisa bekerja dan terancam kehilangan sumber pendapatannya. Jika tidak diantisipasi dengan segera, kondisi ini akan menjalar ke sektor keuangan, meningkatkan kredit bermasalah atau bahkan berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

"Untuk mencegah hal tersebut, seluruh dunia mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan manusia dan perekonomian. Stimulus fiskal dalam jumlah yang sangat besar disiapkan. Singapura, Amerika Serikat, dan Malaysia telah mengeluarkan stimulus dan dukungan fiskal yang mencapai lebih dari 10
persen PDB-nya," katanya.

Langkah kebijakan di berbagai negara dapat dikelompokkan dalam empat kategori yaitu penanganan langsung dampak Covid-19 di sektor kesehatan, perluasan social safety net, stimulus untuk membantu pemulihan dunia usaha, dan perlindungan terhadap stabilitas sistem keuangan. [idr]

Baca juga:
Revisi UU Minerba Dinilai Bisa Perbaiki Iklim Investasi
Dana Asing Keluar RI Akibat Corona di Kuartal I 2020 Lebihi Saat Krisis 2008
Tips Berinvestasi di Pasar Modal Syariah
Jadi Buruan Investor, Harga Bitcoin Tembus Rp150 Juta
BI Catat Aliran Modal Asing Kabur Dari Indonesia Mulai Mereda

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini