Sri Mulyani ke KAI soal pinjaman LRT: Kembalikan tanpa saya harus dipanggil KPK

Jumat, 29 Desember 2017 15:13 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Sri Mulyani ke KAI soal pinjaman LRT: Kembalikan tanpa saya harus dipanggil KPK Menkeu Sri Mulyani di Bea Cukai. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar PT KAI bisa mengelola pinjaman dana dari 12 Bank Sindikasi dalam pembangunan proyek LRT Jabodedebek, sehingga proyek ini bisa sukses dan jauh dari tindak pidana korupsi.

"PT KAI kelola dengan efisien tidak ada korupsi sehingga pinjaman dapat dikembalikan tanpa saya harus dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Sri Mulyani di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (29/12).

Senada dengan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan berharap proyek LRT ini bisa berhasil dan terhindar dari korupsi.

"Proyek ini tidak boleh gagal. Proyek pertama yang terintegrasi sangat terbuka dan kita menghindari jangan sampai ada korupsi dan kita membuat rambu-rambu agar tidak ada korupsi dalam proyek ini. Saya tidak ingin cucu saya dibilang, Opung kau kerjaannya tidak beres ini," kata Luhut.

Dia menambahkan, dengan nilai pinjaman Rp 19,25 Triliun dan jangka waktu kontrak selama 18 tahun, menurutnya adalah angka yang besar, dan bisa dijadikan model pendanaan proyek pemerintah lainnya di masa depan.

"Sekarang tidak harus membebani APBN, model pendanaan seperti ini akan kita refinancing setelah berjalan 3-4 tahun ke depan. Nanti mungkin dengan bunga lebih murah kita bisa kembangkan LRT ini dengan trayek yang lebih luas," ujarnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini