Sri Mulyani: Jangan Sampai Shock Akibat Covid-19 Turunkan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 17 November 2020 16:42 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sri Mulyani: Jangan Sampai Shock Akibat Covid-19 Turunkan Kesejahteraan Masyarakat Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa shock akibat Covid-19 jangan sampai menyebabkan kesejahteraan masyarakat merosot, meskipun banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah harus tetap menjaga agar terpenuhi kebutuhan pokoknya.

"Jangan sampai shock Covid-19 sebabkan masyarakat merosot kehidupannya dari sisi kesejahteraannya atau kalau mereka kehilangan pekerjaan mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya," katanya dalam diskusi daring dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (17/11).

Oleh sebab itu, pemerintah langsung merancang landasan hukum agar dapat memberikan dukungan kepada masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Jadi pertama untuk bisa dukung dengan APBN harus ada landasan hukum makanya Presiden mengeluarkan Perppu Nomor 1 yang sekarang menjadi UU Nomor 2," ujarnya.

Dia menjelaskan setelah terbentuk landasan hukum tersebut, pemerintah langsung menyusun alokasi anggaran sebesar Rp695,2 triliun yang ditujukan kepada berbagai program dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Program PEN fokus pada enam bidang yang meliputi kesehatan Rp97,26 triliun, perlindungan sosial Rp234,33 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp65,97 triliun, UMKM Rp114,81 triliun, pembiayaan korporasi Rp62,22 triliun, serta insentif usaha Rp120,6 triliun.

"Karena ini penyebab masalahnya Covid-19 ya pertama membuat pemerintah dan pemda untuk mampu menangani pandemi tersebut. Makanya alokasinya cukup besar untuk bidang kesehatan," katanya.

Baca Selanjutnya: APBN Tak Alami Shock...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini