Sri Mulyani Ingin 1.000 Perusahaan Indonesia Melantai di Bursa Saham

Senin, 3 Desember 2018 15:34 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani Ingin 1.000 Perusahaan Indonesia Melantai di Bursa Saham Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi 50 perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Dengan demikian, tercatat sudah ada 600 perusahaan yang secara resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal tersebut.

Sri Mulyani berharap, dalam waktu dekat 1.000 perusahaan akan IPO atau Initial Public Offering. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan sejumlah regulasi pendukung dan merevisi aturan yang dianggap kurang memadai dengan kondisi terkini.

"Saya menginginkan nanti kalau bisa suatu saat Indonesia bisa capai 1.000 dalam waktu yang tidak terlalu lama. Bisa nggak? Saya rasa bisa. Saya anggap anda semua nya bisa punya potensi untuk bisa listed," ujarnya saat memberi paparan di acara Ceo Network, Jakarta, Senin (3/12).

Sri Mulyani mengatakan, salah satu kebijakan yang akan dikaji adalah pemberian intensif perpajakan bagi perusahaan. Pihaknya pun akan melihat bagaimana dampak kebijakan insentif pajak saat ini mampu menarik perusahaan.

"Sebetulnya kan yang dilakukan selama ini melalui perpajakan kita akan memberikan supaya mereka lebih listed dengan tax perubahan supaya mereka bisa," jelasnya.

"Kita evaluasi sepanjang satu tahun ini, tahun ini kan cukup banyak. Concernnya bukan cuma itu saja. Nanti kita lihat. Tapi saya tentu mendorong para perusahaan-perusahaan itu untuk listed. Karena itu baik bagi perekonomian kita," sambungnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, ruang melakukan revisi aturan lama masih terbuka. Sehingga ke depan, bisa disesuaikan dengan tantangan pasar modal terkini.

"Direvisi selalu kita terbuka untuk seluruh policy perpajakan yang selama ini sudah kita lakukan dan sudah memiliki periode yang cukup panjang kita akan liat efektivitas nya. Apakah masih diperlukan atau tidak apakah perlu dimodifikasi berdasarkan tantangan sekarang ini," tutup Sri Mulyani. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini