Sri Mulyani: Industri Kendal dan Brebes Bisa Jadi Contoh Tujuan Investasi

Jumat, 14 Februari 2020 16:01 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Sri Mulyani: Industri Kendal dan Brebes Bisa Jadi Contoh Tujuan Investasi Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ©2020 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menilai industri manufaktur dan ekspor di Kendal dan Brebes bisa menjadi percontohan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi 7 persen di Jateng, atau lebih tinggi dari nasional. Maka dari itu, daerah harus berbenah lagi guna meningkatkan minat investasi.

"Jadi kawasan industri Kendal dan Brebes harus dijadikan semacam grand image mengenai destinasi investasi di Jateng. Sebab industri dan ekspor di Jateng memiliki keunggulan industri di bidang manufaktur dan ekspor," kata Sri Mulyani di kantor Gubernur Jateng, Jumat (14/2).

Sri Mulyani menawarkan sumber pendanaan nasional kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi regional. Pemerintah Pusat memiliki dana kartu pra-kerja sebesar Rp10 triliun yang bisa digunakan Jateng membangun kemampuan (skillfull) tenaga kerja.

"Jadi tidak tergantung dari APBD. Karena Pemerintah Pusat punya banyak instrumen. Kita punya kartu pra-kerja Rp10 triliun. Itu bisa digunakan," ungkapnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi faktor utama yang berpotensi meningkatkan industri Jawa Tengah secara keseluruhan. "Jadi sampaikan ke Pak Ganjar jangan kehabisan ide karena anggaran cuma sekian. Karena pusat punya banyak insentif dan fasilitas," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Tanggapan Gubernur Jawa Tengah

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan selain sarana infrastruktur yang selesai dibangun bisa meningkatkan ekonomi Jateng terutama di sektor industri kreatif.

"Industri kreatif punya potensi luar biasa. Kalau Jateng bisa menjadi pusat kerja yang menarik maka kita tidak kehilangan brand-brand keluar," terang Ganjar. [idr]

Baca juga:
Pemerintah Tambah Sektor Industri Dapat Diskon Harga Gas
Kontribusi Bisnis Nikotin Elektronik Tembus Rp426 Miliar Sepanjang 2019
Menperin Agus Sebut Diskon Tarif Listrik Tak Perlu Regulasi Baru
Jokowi: Impor Baja Jadi Sumber Utama Defisit Neraca Perdagangan
Dorong Kemudahan Berusaha, Jokowi Minta Prosedur Saat Memulai Usaha Dipangkas

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini