Sri Mulyani Harap Tak Ada Kasus Korupsi di Proyek PLTP Dieng dan Patuha

Kamis, 25 April 2019 12:40 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani Harap Tak Ada Kasus Korupsi di Proyek PLTP Dieng dan Patuha Groundbreaking Proyek PLTP Dieng. ©2019 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan Groundbreaking Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 2 Dieng dan Patuha PT Geo Dipa Energi (Persero). Groundbreaking ini dilakukan secara simbolis di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Kamis (25/4).

GeoDipa melanjutkan pembangunan PLTP unit 2, Dieng dan Patuha masing-masing sebesar 60 Mw yang akan selesai pembangunannya di 2023. Kedua proyek tersebut menelan dana investasi sebesar USD 300 juta.

Sri Mulyani berharap pengerjaan proyek ini dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat luas. Dalam pengerjaannya, dia menegaskan, tak satu sen pun sumber dayanya dikorupsi.

"Saya berharap groundbreaking ini adalah suatu langkah awal yang baik disertai niat yang tulus, komitmen yang jujur dan komitmen yang selalu profesional menjalankan proyek dengan bersih dan profesional tanpa konflik kepentingan dan tidak satu sen pun sumber dayanya dikorupsi," ujarnya.

Groundbreaking Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 merupakan langkah konkret GeoDipa sebagai BUMN Panas Bumi dan Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan. Dengan misi mendukung program Pemerintah dalam penyediaan list tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi kepada Indonesia.

Selain proyek Dieng dan Patuha, GeoDipa juga sedang membangun sendiri 10-15MW Small Scale Power Plant dan 10-15 Mw Organic Rankine Cycle Power Plant dengan skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) yang akan beroperasi di tahun 2020 dan 2022. Sehingga pada 2023, GeoDipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 Mw.

Kontribusi GeoDipa dalam aspek ekonomi melalui Pajak dan Penerimaan Negara bukan Pajak, saat ini kontribusi pajak dan PNBP hampir Rp 40 Milyar. Pada tahun 2023, kontribusi tersebut akan meningkat sejalan dengan kenaikan akumulasi hingga 182 persen.

Sementara itu, untuk kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak GeoDipa akan mencatatkan kenaikan sebesar 120 persen melalui Bonus Produksi dan Iuran Eksplorasi ke Kas Umum Daerah dari masing-masing Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) GeoDipa.

Proyek PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha masuk dalam Fast Track Program (FTP) Tahap II 10.000 Mw bagian dari Program 35.000 MW merupakan program pemerintah di sektor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

GeoDipa ikut bertanggung jawab dalam memenuhi target Rencana Umum Energi Nasional di pemanfaatan energi setempat yang tersedia secara melimpah guna berperan dalam memenuhi 23 persen pada tahun 2025 serta upaya berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sesuai Paris Agreement (UU No. 16 Tahun 2016). [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini