Sri Mulyani: Dampak Perubahan Iklim Sama Dahsyat Seperti Covid-19

Jumat, 11 Juni 2021 11:13 Reporter : Merdeka
Sri Mulyani: Dampak Perubahan Iklim Sama Dahsyat Seperti Covid-19 Perubahan iklim. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar masyarakat tak luput waspada terhadap bahaya lain di luar Covid-19, yakni pemanasan global dan perubahan iklim (climate change).

"Kita sudah melihat berbagai studi tunjukan, bahwa dampak dari climate change akan sangat dahsyat. Sama seperti Covid-19, tiap negara harus menyiapkan dan berkontribusi, karena ini adalah persoalan global," imbuhnya dalam sesi webinar, Jumat (11/6).

Bendahara Negara menyampaikan, isu climate change selalu dibahas dalam berbagai pertemuan internasional. Adapun dalam laporan yang sudah disampaikan, suhu dunia saat ini terpantau 1,1 derajat celcius lebih hangat dibanding kondisi pra-industrialisasi.

Sri Mulyani memandang, masyarakat di berbagai belahan dunia saat ini kerap melihat fenomena alam yang cukup castatrophical. Itu terlihat dari mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, hingga frekuensi hujan terus menerus dan sulit diprediksi di negara tropis seperti Indonesia.

"Seluruh negara mengalami perubahan iklim yang bisa menyebabkan kekeringan berkepanjangan, atau hujan yang terus menerus seperti yang kita alami 18 bulan terakhir ini," ujar dia.

Oleh karenanya, seluruh negara dunia kini memandang serius ancaman perubahan iklim tersebut. Itu terlihat dalam kesepakatan Nationally Determined Contributions and the Paris Agreement, dimana seluruh pemangku kepentingan bersepakat jika dunia tidak akan terhindar dari kenaikan suhu.

Secara perhitungan, diprediksi suhu dunia akan terus meningkat lebih tinggi hingga mencapai 3,2 derajat celcius di atas pra-industri pada 2030 mendatang.

"Tahun 2030 tuh tidak lama kalau kita bicara dalam jangka kurang dari satu dekade. Dan ini berarti akan melewati batas yang oleh para ahli disebutkan kenaikan suhu maksimal yang bisa ditahan atau dilalui oleh bumi ini kalau suhu dunia meningkat 1,5-2 derajat centigrade di atas kondisi pra-industrialisasi, ini sudah dianggap sangat polemik," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Berkaca pada pandemi Covid-19 Sri...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini