Sri Mulyani Beri Tambahan Modal 12 Perusahaan BUMN, Nilainya Tembus Rp149,2 Triliun

Senin, 18 Mei 2020 18:40 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Beri Tambahan Modal 12 Perusahaan BUMN, Nilainya Tembus Rp149,2 Triliun Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf akan menyuntik modal kepada 12 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nilai anggaran mencapai sebesar Rp104,38 triliun. Anggaran tersebut akan masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca Covid-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, suntikan modal tersebut akan dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni dapat berupa dana talangan, Penyertaan Modal Negara (PMN), hingga kompensasi kepada perusahaan plat merah tersebut.

Untuk dana talangan, ada lima BUMN yang akan mendapatkan dana tersebut, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp8,5 triliun, Perum Perumnas (Persero) Rp650 miliar, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rp3,5 triliun.

Ada juga PT Perkebunan Nusantara (Persero) sebesar Rp4 triliun serta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebesar Rp3 triliun. Untuk Perum Bulog, akan diberikan Rp10,5 triliun dana tambahan dalam bentuk bantuan sosial (bansos).

"Total dukungan pemerintah kepada BUMN itu sebanyak Rp104,38 triliun dan untuk dalam bentuk above the line dan Rp44,92 triliun dalam bentuk below the line. Sehingga total Rp149,2 triliun," ujarnya dalam video conference, di Jakarta, Senin (18/5).

Sri Mulyani menegaskan, pemberian dana talangan bukan untuk menutupi persoalan hukum yang ada dalam BUMN tersebut. Untuk itu, dirinya akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami sampaikan kalau ada BUMN yang sedang ada masalah hukum, dana-dana tersebut tidak berarti menutup persoalan mereka, ini dilakukan dengan tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi tinggi. Kami juga akan melibatkan BPKP, BPK, dan KPK dalam melihat operasi dan membantu menggunakan dana talangan, sehingga fungsi BUMN tetap jalan dan tidak ada penyalahgunaan dana talangan," jelas dia.

1 dari 1 halaman

PMN dan Kompensasi

kompensasi rev1

Lebih lanjut, Bendahara Negara ini menambahkan, untuk total anggaran PMN pemerintah memberikan sebesar Rp25,27 triliun. Ada pun perseroan yang akan mendapat suntikan negara tersebut yaitu PT PLN (Persero) sebesar Rp5 triliun, PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp8,5 triliun, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebesar Rp2,5 triliun.

Ada juga PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebesar Rp500 miliar serta PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebesar Rp6,27 triliun. Khusus untuk BPUI, yang akan dibayarkan secara nontunai sebesar Rp270 miliar.

Sementara untuk kompensasi, ada dua BUMN yang akan mendapatkan dana tersebut. Yaitu PT PLN sebesar Rp38,25 triliun dan PT Pertamina sebesar Rp37,83 triliun. Kompensasi diberikan atas peniadaan kenaikan tarif listrik dan harga minyak. [idr]

Baca juga:
Cerita Dahlan Iskan, Dirut dan Direksi BUMN Sering Berebut Pengaruh
Global Bond BUMN Dinilai Bakal Bantu Penguatan Nilai Tukar Rupiah
Bulog Klaim Stok Gula Cukup Sampai Lebaran
Dahlan Iskan: Bank BUMN Bisa Selamatkan Ekonomi
Gara-gara BUMN Pangan, Dahlan Iskan Merasa Gagal Menjadi Menteri
Dahlan Iskan: Saya Kurang Setuju BUMN Terlalu Dominan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini