Sri Mulyani Beberkan Langkah Menjaga Ekonomi RI Meski Ada Guncangan Global

Selasa, 12 Maret 2019 14:14 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Sri Mulyani Beberkan Langkah Menjaga Ekonomi RI Meski Ada Guncangan Global Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019 dan 2020. OECD memperkirakan ekonomi dunia di 2019 hanya tumbuh 3,3 persen dan di 2020 tumbuh 3,4 persen. Penurunan ini disebabkan adanya sengketa dagang dan ketidakpastian Brexit yang diperkirakan akan mempengaruhi perdagangan dunia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi tersebut sebenarnya sudah diwaspadai pemerintah sejak tahun 2018. "Untuk Indonesia tentu kita akan lihat dampaknya apalagi dengan pertumbuhan ekonomi global yang melemah juga disebabkan pertumbuhan perdagangan internasional yang melemah," kata dia di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (12/3).

Sri Mulyani mengatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan Indonesia untuk menjaga agar kondisi perekonomian domestik serta tetap mampu mengejar target-target ekonomi makro, seperti pertumbuhan ekonomi yang tetap di atas 5 persen.

"Kalau kita ingin mencapai pertumbuhan yang tetap tinggi di atas 5 persen kita harus meyakinkan bahwa pusat-pusat atau sumber-sumber pertumbuhan dalam negeri tetap bisa menjadi engine."

Kinerja ekspor Indonesia kata Sri Mulyani masih akan baik dan berkontribusi bagi perekonomian. Meskipun ekonomi beberapa negara besar seperti China dan India mengalami pelemahan, tapi pasar ekspor dari negara emerging market masih cukup besar.

"Untuk ekspor tetap akan memiliki kemampuan karena lihat ASEAN dan Asia meskipun China dan India melemah tapi the new emerging country seperti Filipina, Bangladesh even dalam hal ini pakistan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan mereka populasi dan pasarnya cukup besar," jelas dia.

"Jadi Indonesia harus tetap mampu untuk menjaga momentum untuk domestic boost sumbernya dan juga tetap menjaga agar ekspor meningkat," imbuhnya.

Selain itu, menekan impor pun akan terus dilakukan sebagai upaya untuk memperkecil defisit perdagangan. "Kalau impor bisa ditahan dengan berbagai policy kemarin apakah B20, maka dari sisi eksternal balance kita faktor negatif jadi lebih kecil. Dengan demikian growt tetap akan kita tingkatkan," ungkapnya.

"Kita akan tetap fokus seperti kita lihat Q1 ada deflasi itu menggambarkan harga cukup stabil. Sehingga konsumsi terjaga 5 persen. Itu penting kalau kita ingin momentumnya growth di atas 5 persen," ujar dia.

Selain itu, tentu diharapkan investasi tetap dapat tumbuh positif sehingga dapat membantu upaya menjaga kekuatan ekonomi Indonesia di tengah melemahnya ekonomi global.

"Pemerintah juga akan tetap berbagi upaya investasi yang melibatkan swasta sehingga private investment tetap terjaga selain pemerintah akan menjaga capital spending maupun belanja barang dan meningkatkan kualitas SDM," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini