Sri Mulyani Akui Tingkat Konsumsi Rumah Tangga Masih Rendah

Kamis, 19 Mei 2022 17:51 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani Akui Tingkat Konsumsi Rumah Tangga Masih Rendah Menkeu Sri Mulyani Indrawati. ©Dok. Kemenkeu

Merdeka.com - Di tengah pelemahan ekonomi dunia, pemerintah masih ingin mengejar pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini sebesar 5 persen. Meskipun perekonomian pada kuartal I-2022 telah mencapai 5,01 persen (yoy), namun diharapkan pada kuartal selanjutnya tumbuh di atas 5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih rapuh. Sebab kontribusi terbesar dalam perekonomian nasional yakni konsumsi rumah tangga masih rendah. Pada kuartal I-2022 konsumsi rumah tangga hanya mampu tumbuh 4,3 persen.

"Komposisi agregat demand kita terutama konsumsi rumah tangga masih sangat dini dan rapuh," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/5).

Konsumsi rumah tangga sepanjang tahun 2020 mengalami kontraksi -2,6 persen. Kemudian pada kuartal I-2021 masih terkontraksi -2,2 persen dan sepanjang tahun 2021 hanya bisa tumbuh 2,0 persen saja.

"Tahun 2021 pemulihannya hanya 2,0 persen dan di kuartal I-2022 ini 4,3 persen," kata dia.

Sehingga, jika target pemerintah pertumbuhan ekonomi tahun 2022 di atas 5 persen, maka pertumbuhan konsumsi rumah tangga harus lebih kuat lagi. Terlebih saat ini daya beli masyarakat belum juga stabil karena dihadapkan dengan tekanan inflasi.

2 dari 2 halaman

Maka, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini harus bisa menjaga daya beli masyarakat. "Makanya policy fiskal kita ini menjaga momentum pertumbuhan daya beli masyarakat, ini harus dijaga," kata dia.

Di sisi lain yang harus menjadi perhatian pemerintah yakni pertumbuhan investasi. Per kuartal I-2022 investasi tumbuh 4,1 persen. Lebih baik dari tahun 2021 dalam periode yang sama mengalami kontraksi -0,2 persen namun secara tahunannya mampu tumbuh 3,8 persen.

"Kita harap investasi ini dengan reformasi struktural bisa meningkatkan perekonomian terutama dari sisi pasar keuangan dan pasar modal. Ini bisa mendukung agar pertumbuhan ekonomi tidak tergantung pada konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah," kata dia.

Sementara itu, kinerja ekspor terus mengalami tren peningkatan. Pada kuartal I-2022 kinerja ekspor tumbuh 16,2 persen, meningkat signifikan dibandingkan kuartal I-2021 yang tumbuhnya 6,9 persen. [azz]

Baca juga:
Menkominfo Harap Metaverse Mampu Dorong Ekonomi Nasional
Dampak Kebijakan Tak Perlu Pakai Masker di Tempat Terbuka ke Sektor Ekonomi
Menko Airlangga: Surplus Neraca Perdagangan Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Waspada Inflasi Meroket Usai Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker
Tempat Terbuka Kini Tak Perlu Pakai Masker, Pemulihan Ekonomi Bakal Lebih Cepat
Ekonomi Negara ASEAN+3 Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini