Sri Mulyani Akan Maksimalkan Belanja APBN untuk Dorong Ekonomi Kuartal IV

Minggu, 1 November 2020 13:24 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani Akan Maksimalkan Belanja APBN untuk Dorong Ekonomi Kuartal IV Menkeu Sri Mulyani saat virtual PKN STAN. ©2020 istimewa

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati akan mengoptimalkan kinerja belanja APBN untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020. Diharapkan, keseluruhan ekonomi Indonesia tahun ini tidak terkontraksi terlampau dalam.

"Kuartal IV dengan tetap dukungan APBN dan dengan dukungan moneter sisi BI. Insyallah kita akan jadi lebih baik di di kuartal IV-2020," tuturnya dalam diskusi virtual Minggu (1/11).

Bendahara Negara itu mengatakan, APBN merupakan sebuah instrumen pemerintah yang harus berperan dalam penanganan pandemi covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi nasional atau countercyclical.

"APBN, tools yang dilakukan policy pemerintah, sisi keuangan negara, kita harus masuk dan kemudian tangani dan jika disebutkan dia yang melakukan keseluruhan kompensasi pelemahan sisi demand, konsumsi investasi dan ekspor," tuturnya.

Indikator utama ekonomi yang harus dijaga yakni belanja pemerintah. Mengingat pada kuartal III porsi belanja pemerintah mencapai 18 persen. Kontribusi belanja pemerintah mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan kuartal II saat WHO baru mengumumkan bahwa Covid-19 merupakan pandemi global.

"Sekarang penyerapan sudah cukup bagus kuartal III ini kita mampu tingkatkan belanja pemerintah baik penanganan covid dan belanja pemerintah lainnya" jelasnya.

Di sisi lain, covid-19 juga telah menyebabkan terbatasnya interaksi sehingga permintaan untuk barang dan jasa merosot. Akibatnya, permintaan konsumsi tidak terjadi.

Masyarakat tidak melakukan perjalanan. Baik ke kantor maupun ke sekolah. Menurutnya, ini yang sebabkan ekonomi lesu. Investasi juga alami penurunan, seluruh dunia karena dalam kondisi covdi maka perdagangan antar dunia juga menurun ekspor menurun.

"Waktu itu baru diumumkan covid oleh WHO. Indonesia alhamdulilah -5,32 Persen tapi itu tetap cukup dalam. Akan tetapi dunia bahkan turun lebih dalam lagi. Negara tetangga Malaysia, Singapura itu growth alami kontraksi bahkan mencapai belasan persen. Bahkan di Eropa mendekati 25 persen atau 30 persen," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini