Solusi kemacetan, Adhi Karya kembangkan hunian terpadu di stasiun LRT

Senin, 27 November 2017 14:28 Reporter : Idris Rusadi Putra
Solusi kemacetan, Adhi Karya kembangkan hunian terpadu di stasiun LRT lrt. ©2015 frohsz.de

Merdeka.com - Pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan karena lalu lintas transportasi, khususnya di Ibukota sangat padat.

Salah satu cara yang digencarkan pemerintah adalah dengan menggerakkan perusahaan konstruksi untuk memaksimalkan infrastruktur yang terpadu dengan transportasi massal. Pembangunan dari transportasi massal tersebut secara tidak langsung memengaruhi perkembangan pangsa pasar properti yang berbasis Transit Oriented Development (TOD).

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel mewujudkan pembangunan ini dengan membuat LRT City. Ini merupakan sebuah kawasan hunian dan komersial yang berlokasi di area yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan sistem transportasi massal, salah satunya adalah Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Project Manager LRT City Bekasi Timur-Eastern Green, Aji Pramana mengatakan, LRT City mengusung pendekatan Transit Oriented Development serta pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran dan terpadu (mixed-use). Ini juga maksimalisasi penggunaan angkutan masal seperti LRT dan BRT yang dilengkapi dengan jaringan pejalan kaki/sepeda.

"Kami membangun LRT City di beberapa titik jalur LRT. Dengan posisi yang sangat strategis dan kemudahan aksesibilitas, yaitu satu titik dengan stasiun LRT (0 Km LRT Station). Cukup hanya dengan selangkah untuk sampai ke LRT Station yang akan membawa ke pusat bisnis di Jakarta. Oleh karena itu, kami sangat optimis LRT City mampu diserap pasar," ucapnya di Jakarta, Senin (27/11).

LRT City Bekasi Timur-Eastern Green dibangun dengan luas 16,9 ha merupakan kawasan hunian vertikal (apartemen) terpadu dilengkapi dengan kawasan komersial yang saat ini tengah proses penjualan dan akan diserahterimakan pada tahun 2019.

Dengan konsep Green Smart Living di Timur Jakarta, fasilitas yang ditawarkan kawasan ini adalah Mall, komersial area, plaza, cinema, kolam renang dan fasilitas menarik lainnya. Tahap 1 dibangun sejak tahun 2016, dengan tower pertama 20 lantai dan terdiri dari 634 unit. Eastern Green dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 500 juta dengan nilai investasi lebih dari Rp 500 miliar.

"LRT City tidak hanya membangun sebuah kawasan namun juga membangun komunitas yang akan menjadi wadah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang bersinggungan dengan LRT City, dan kami menyebutnya Elartizen. Untuk mengawali komunitas tersebut, kami banyak berinteraksi langsung dengan calon Elartizen dengan setiap dua kali dalam satu bulan kami mengadakan open house yang berada di kawasan-kawasan LRT City."

Belum lama ini, perusahaan menggelar open house dengan tema el(ART)e-"Tribute to Benyamin", di mana Elartizen akan ber-nostalgia dengan lagu-lagu Alm. Benyamin Sueb. Open house tematik ini tidak hanya hadir di LRT City bekasi-Eastern Green, namun juga di 3 kawasan lain yaitu, LRT City Jaticempaka-Gateway Park pada tanggal 2 Desember 2017, LRT City Sentul-Royal Sentul Park 9 Desember 2017, dan LRT City Ciracas Urban Siganture 16 Desember 2017. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Adhi Karya
  2. LRT
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini