Solusi Bandara Kertajati Sepi, Pemerintah Bakal Ambil Alih Pembangunan Tol Cisumdawu

Kamis, 16 Mei 2019 14:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Solusi Bandara Kertajati Sepi, Pemerintah Bakal Ambil Alih Pembangunan Tol Cisumdawu Menhub Budi dan Ridwan Kamil di Bandara Kertajati. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati saat ini masih belum terlalu ramai. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses menuju Bandara Kertajati karena jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) belum rampung.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan pemerintah provinsi Jawa Barat akan mengambil alih pembangunan tol Cisumdawu. "Rencana tol ini mungkin harus kita ambil alih karena investor yang sekarang belum maksimal ya, karena tanpa ada koneksi tolnya (ke bandara) agak repot kesana," kata dia saat ditemui usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (16/5).

Dia melanjutkan, pembangunan Tol Cisumdawu selanjutnya akan menggunakan dana APBN dan tidak mengandalkan swasta lagi. "Jadi kan sahamnya sekarang oleh swasta tapi kan tidak dibangun-bangun kalau ternyata wanprestasi ya sudah pakai APBN saja," ujarnya.

Tol Cisumdawu sendiri memiliki ruas sepanjang 61,6 kilometer (Km) dan memiliki terowongan sejauh 472 meter dengan diameter 14 meter. Selain itu, jalan tol ini terdiri dari enam seksi, antara lain Seksi I Cileunyi-Rancakalong, Seksi II Rancakalong-Sumedang, Seksi III Sumedang-Cimalaka, Seksi IV Cimalaka-Legok, Seksi V Legok-Ujung Jaya, dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan.

Sayangnya, Ridwan mengaku belum mengetahui persis berapa total biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan tol Cisumdawu tersebut. "Gak hafal," ungkapnya.

Sebelumnya, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati hingga saat ini masih sepi penumpang. Tingkat okupansi bandara ini pun dikabarkan masih berada di bawah 30 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, sepinya Bandara Kertajati tidak lepas dari uji kelaikan yang dilakukan pemerintah tidak berjalan baik. Apalagi, pembangunan bandara tersebut juga dinilai tanpa kajian yang mendalam.


[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini