Soal Ekspor Beras, Menteri Amran Bantah Produk Indonesia Lebih Mahal

Jumat, 19 Juli 2019 09:33 Reporter : Merdeka
Soal Ekspor Beras, Menteri Amran Bantah Produk Indonesia Lebih Mahal Mentan Andi Amran Sulaiman Soal Ekspor Beras. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) menilai harga beras Indonesia terlalu tinggi untuk masuk pasar ekspor. Penyebabnya ongkos produksi yang mahal karena masih menggunakan cara konvensional dalam mengelola beras.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan harga beras Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga.

"Kami habis pulang dari Jepang, itu beras Indonesia harganya masih jauh lebih murah. Demikian dengan di Taiwan. Di Vietnam, itu sudah Rp18.000 per kilogramnya," tutur Menteri Amran di Palangka Raya, Kamis (18/7).

Dirinya pun menambahkan, biaya produksi beras Indonesia cukup kompetitif. Harga di level petani pun sudah terbilang murah.

"Bulog itu Rp8.000 per kilogramnya, ya, paling ambil dari petani sekitar Rp7.000. Bahkan ada beberapa yang di bawah itu," tambahnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Juni 2019, harga beras di penggilingan mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi baik untuk beras kualitas premium, medium dan rendah.

Rata-rata harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.516 per kg, naik sebesar 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk kualitas medium harga berkisar Rp9.166 per kg, naik sebesar 0,26 persen. Beras kualitas rendah di penggilingan berkisar Rp9.012 per kg, naik sebesar 0,65 persen.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini