SKK Migas: Pengeboran sumur ilegal sulit dilarang karena menyangkut perut orang

Kamis, 26 April 2018 11:10 Reporter : Merdeka
SKK Migas: Pengeboran sumur ilegal sulit dilarang karena menyangkut perut orang Ledakan sumur minyak di Aceh. ©AFP/ILYAS ISMAIL

Merdeka.com - Satuan kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mengaku kesulitan meniadakan aktivitas pengeboran sumur ilegal. Maka dari itu, ‎salah satu rencana agar sumur-sumur tua tidak dimanfaatkan untuk aktivitas penambangan ilegal, SKK Migas bakal mengubahnya menjadi obyek wisata.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan, penertiban sumur ilegal sulit dilakukan karena hal tersebut sudah menjadi aktivitas yang biasa bagi warga sekitar sumur. Mereka memanfaatkan sumur-sumur migas yang sudah tidak beroperasi dan menjadikannya sebagai mata pencarian.

"Kegiatan ilegal drilling ini sulit dilarang karena menyangkut perut orang sekitar," kata Wisnu, s‎aat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (26/4).

SKK Migas pun mencari cara lain agar dapur masyarakat sekitar sumur masih bisa mengepul namun aktivitasnya tidak membahayakan. Salah satu yang tengah dibahas adalah menjadikan sumur migas tua sebagai obyek wisata.

Dengan langkah tersebut pengelolaan sumur tua akan dilakukan oleh orang yang memang mengerti di sektor migas tetapi dengan melibatkan masyarakat setempat. Langkah ini sebenarnya sudah dilakukan pada sumur Wonocolo di Bojonegoro, Jawa Timur.

"‎SKK Migas berharap ke depan lokasi ilegal seperti ini dapat dijadikan semacam obyek wisata agar tidak terulang pengeboran ilegal," ucapnya.

Wisnu melanjutkan, ‎pembuatan obyek wisata sumur minyak tua memerlukan kerjasama dengan pemerintah daerah (pemda). Untuk pemboran sumur minyak ilegal banyak terjadi di Sumatera dan Jawa.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini