Skenario PT KAI Sambut New Normal, Penyesuaian Tarif Hingga Protokol Kesehatan

Jumat, 22 Mei 2020 17:41 Reporter : Merdeka
Skenario PT KAI Sambut New Normal, Penyesuaian Tarif Hingga Protokol Kesehatan kereta api. Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indoensia (KAI) Didiek Hartantyo membuka kemungkinan akan menaikkan tarif saat New Normal, demi selamatkan pendapatan KAI karena dampak covid-19. Dengan adanya pembatasan penumpang okupansi kereta hanya 50 persen, maka diperlukan adanya penyesuaian tarif.

"Nantinya kita akan melihat new normal ini sesuai dengan arah kebijakan pemerintah terkait relaksasi daripada protokol covid-19. Kami akan ikuti jadi kami sudah menyiapkan skenario-skenario di mana tergantung level relaksasinya," kata Didiek dalam konferensi Pers Virtual, Jumat (22/5).

Selain itu, ketika kapasitas penumpang kembali normal saat The New Normal, maka pihaknya akan meningkatkan protokol perlindungan untuk menekan penyebaran covid-19. "Nantinya penumpang akan kami berikan satu fasilitas dalam bentuk face shield pada saat penumpang itu naik kereta, sehingga akan mengurangi potensi penyebaran, di samping secara operasional dalam setiap 3 jam kami akan mengecek suhu penumpang," ujarnya.

PT KAI juga akan melakukan pengecekan suhu tubuh selama 3 jam sekali. Jika ditemukan ada penumpang terindikasi vierus corona, maka PT KAI akan menerapkan pertolongan sesuai protokol covid-19.

Didiek menambahkan, PT KAI juga akan selalu berkoordinasi dengan satuan tugas Covid-19, Direktorat Jenderal Perkeretapian, dan tentunya mengikuti arahan dari Kementerian Perhubungan terkait penerapan situasi New Normal nanti.

Sementara itu, selama Mei 2020 PT KAI hanya akan mengoperasikan kereta commuter line yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bekasi). Sementara itu untuk kereta jarak jauh, PT KAI hanya akan mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) yang pemberangkatannya berasal dari stasiun Gambir, Stasiun Bandung yang menuju ke Surabaya.

"Kami lakukan dengan protokol covid-19 di mana sebetulnya Kereta Luar Biasa ini kita peruntukan bagi tiga golongan penumpang, yang pertama golongan penumpang yang memang memerlukan perjalanan dinas sesuai dengan kebutuhan, juga bagi pembisnis melakukan kegiatan bisnis dengan menujukkan surat keterangan sehat," ungkapnya.

Lalu golongan yang kedua, untuk tenaga kesehatan, bisa melakukan perjalanan namun disertai dengan surat dinas dan surat keterangan sehat. Sedangkan golongan yang ketiga untuk para penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan dalam rangka repatriasi kepulangan dari tempat yang bersangkutan baik di luar negeri maupun di Jakarta atau sekitarnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini